oleh

Masuk Dearah Rawan Bencana Warga Bojonegoro Diminta Waspada

Netizensatu.com – Fenomena pergerakan tanah yang terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia harus diwaspadai, demikian juga di Bojonegoro.

Bentuk kewaspadaan yang harus dilakukan adalah dengan melaporkan setiap kejadian atau peristiwa yang sekiranya mencurigaan dan berpotensi terjadinya bencana.

Laporan bisa disampaiakan masyarakat kepada Kepala Desa, Kecamatan, BPBD atau ke Bupati secara langsung.

Hal ini dimaksudkan agar potensi bencana dimaksud dapat segera dilakukan antisipasi sehingga kerugian materi dan nyawa manusia akibat peristiwa bencana dapat dicegah lebih dini, kata Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto, Selasa (4/4) hari ini.

Peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan setiap gejala potensi bencana merupakan bentuk kegiatan deteksi dini dan ditujukan untuk mencegah erjadinya bencana lebih lanjut.

Misalnya fenomena pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Kedewan menjadi salah satu titik fokus kewaspadaan. Terlebih lagi cuaca ekstrim yang terjadi belakagan ini memicu potensi tersebut.

Sementara itu berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Bojonegoro bahwa setidaknya terdapat 10 Kecamatan yang masuk wilayah rawan bencana. Sebagaimana keterangan dari Pusat Vulkanologi Mitagasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro adalah masuk dalam daerah rawan pergerakan tanah.
Karenanya BPBD Bojonegoro menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat dan merekomendasikan langkah -langkah antisipasi.

Kecamatan rawan tersebut antara lain Kecamatan Sugihwaras, Trucuk, Malo, Bubulan, Margomulyo, Tambakrejo, Purwosari, Kasiman, Ngambon, dan Temayang.

Sedangkan data riil kejadian pergerakan tanah ditambah Kecamatan Kedewan, Sekar, Gondang dan Sukosewu.
Warga yang tinggal di wilayah Kecamatan potensi pergerakan tanah sebagaimana diatas diminta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan pemukiman yang berada di bawah lereng perbukitan secara berkala.

Mengingat Bojonegoro pada April ini masuk cuaca transisi dari musim penghujan menuju kemarau sehingga masih dimungkinkan terjadi hujan deras.

Tanda-tanda Pergeseran Tanah Yang Harus Diwaspadai

Hal yang harus diperhatikan dari tanda tanda awal pergerakan tanah yakni terjadi hujan deras dengan durasi lebih dariu 2 jam. Kemudian diikuti dengan adanya penurunan permukaan tanah.

Penanda lain adalah apabila menjumpai tiang listrik, tiang telpon maupun pepohonan yang miring sejajar dengan kemiringan lereng. Selanjutnya keluarnya air bercampur lumpur dari dalam tanah dan munculnya suara gemuruh dari atas bukit sesaat sebelum longsor.

Apabila dijumpai tanda dimaksud segera mengambil langkah cepat penyelamatan jiwa serta melaporkan kepada BPBD, Polisi atau kantor Pemerintahan terdekat.

(Red/Dan)