oleh

Rakor Tim Terpadu Satukan Konsep Penanganan Konflik Hadapi Pemilu Serentak

BOJONEGORO. Netpitu.com – Memasuki tahun politik 2019 ini, semua kegiatan diharapkan berbasis penanganan konflik dimulai dari perencanaan, pelaksaan, pengawasan dan evaluasi dari kegiatan tersebut.

Terlebih 2019 merupakan tahun politik yang membutuhkan kerjasama dari semua pihak. Sehingga ketika terjadi permasalahan, dapat ditangani secara cepat dan mendapatkan solusi yang tepat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Kusbiyanto, saat menggelar rapat koordinasi tim penanganan konflik sosial yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bojonegoro, Balai Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Kamis (4/4/2019).

Rakor tim terpadu ini dihadiri Bupati, OPD, Polres, Koramil, Forkopimcam dan seluruh camat se-Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, mengatakan bahwa pada saat ini pemerintah daerah kabupaten bojonegoro dan masyarakat fokus pada tanggal 17 april yang akan datang. Dalam artian berupaya menciptakan pemilu yang aman, tertib dan damai.

Pemerintah daerah Kabupaten Bojonegoro membuat perencanaan dimana garis depan masyarakat ada pada lembaga kecil yang mempunyai peran yang sangat besar untuk mengidentifikasi perilaku sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Lembaga tersebut adalah Rukun Tetangga (RT) Pemkab Bojonegoro mencanangkan pembinaan kepada ketua RT se Kabupaten Bojonegoro dalam rangka menyongsong pemilu serempak.

Diharapkan semua tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama-sama pemerintah berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan pemilu yang aman, tertib dan damai.

(*/dan)