oleh

Mixerman Sound System Menjadi Penjaga Palang Pintu Kereta Api

BOJONEGORO, Netpitu.com – Berakhir masa arus mudik tahun ini menyisakan cerita tersendiri bagi punggawa relawan penjaga arus mudik di sepanjang lintasan arus mudik, baik arus darat kendaraan roda dua ataupun empat, tak terkecuali jalur kereta api.

Keterlibatan tenaga ekstra tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dilibatkannya masyarakat sekitar turut membantu kelancaran arus mudik yang begitu padat merayap disetiap acara rutin libur lebaran. Khususnya jalur kereta api yang tak berpalang pintu otomatis, PT. KAI merekrut tenaga PPL Penjaga Pintu Perlintasan dan PPJ Petugas Penilik Jalan yang berasal dari masyarakat sekitar palang pintu.

Seperti yang tampak di sepanjang jalur bojonegoro kalitidu terdapat petugas khusus terdiri dari 4 (empat) PPJ, 3 (tiga) PJL dan 3 petugas penjaga titik rawan, yang berjaga di daerah jembatan jalur kereta api.

Adalah jayadi salah satu petugas PJL esktra lebaran tahun ini, lebaran kali ini terpaksa menghabiskan hari lebarannya di perlintasan kereta tanpa palang pintu. Pemuda (35) asal mojosari kalitidu direkrut PT. KAI Daop 8 Surabaya wil. Bojonegoro.

Bersama ke sebelas rekannya, pria bertubuh mungil ini harus bekerja shift bersama satu rekannya menjaga perlintasan wilayah mojosari. Sebagai petugas musiman jayadi mendapat pengalaman baru disamping usaha rutinnya sebagai mixerman yang musim lebaran sepi job.

“ dari pada sepi job sound system mas, lumayan dapat pengalaman baru menjaga perlintasan kereta sambil membantu warga yang ingin melintasi jalur kereta “ ujarnya bangga.

Walau dikontrak sebulan, penghasilannya dari menjaga perlintasan diganjar UMR bojonegoro, cukup membantu untuk membuat asap dapur tetap mengepul, gumamnya.

Sementara itu Sugiharto selaku kepala Resort Jalan Rel Unit Jalan rel 8.2 Bojonegoro membenarkan perekrutan tersebut, adapun kontrak mereka tertanggal 12 Juni 2017, perekrutan tersebut dimaksudkan untuk menghadapi jalur mudik lebaran tahun ini.

Harapannya, lanjut sugiharto, memberi kenyamanan kepada masyarakat untuk merayakan lebaran bersama keluarga, jelasnya.

Sebagai gantinya berlebaran di penjagaan jalur kereta api, pihak PT. KAI menggantinya dengan upah minimum regular bojonegoro, pungkasnya.

(red/Dan)