Kemarau, 10 Kecamatan di Mulai Kekurangan air Bersih

- Team

Sabtu, 4 Agustus 2018 - 19:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sedikitnya 54 dusun di 26 desa yang tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, mulai merasakan dampak musim kemarau tahun ini dan kesulitan air bersih.

Hal terebut disampaikan Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Nadif Ulfia S.Sos, Sabtu, (04/08/2018) siang.

Mengantisipasi hal tersebut, BPBD Bojonegoro mulai melakukan distribusi ke sejumlah Desa yang terdampak tersebut. Distribusi air bersih sesuai surat permintaan dari desa terdampak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, terdapat 54 dusun di 26 desa yang tersebar di 10 Kecamatan di Bojonegoro, yang terdampak kekeringan dan membutuhkan distribusi air bersih.

“Terbanyak di Kecamatan Sugihwaras. Terdapat 21 dusun di 10 desa, yang terdampak kekeringan,” jelas Nadif Ulfia.

Adapun Desa terdampak tersebut antara lain di Kecamatan Sugihwaras,  yaitu Desa Wedoro, Kedungdowo, Panunggalan, Bareng, Alasgung, Sugihwaras, Jatitengah, Glagahan, Nglajang dan Siwalan.

Di Kecamatan Ngraho, yang meliputi Desa Sugihwaras, Luwihaji, Jumok dan Nganti; Kecamatan Kepohbaru, yang meliputi Desa Pejok; Kecamatan Tambakrejo, yang meliputi Desa Gamongangn dan Malingmati; Kecamatan Sukosewu, yang meliputi Desa Sidorejo; 

Baca Juga :  Antisipasi Dini Penyakit Menular 436 WBP Jalani Screening dan Pengobatan

Selanjutnya Kecamatan Purwosari, yang meliputi Desa Donan dan Tlatah; Kecamatan Sumberrejo, yang meliputi Desa Mlinjeng, Tlogohaji dan Butoh; Kecamatan Temayang, yang meliputi Desa Bakulan; Kecamatan Ngambon yang meliputi Desa Sengon dan Kecamatan Kasiman, yang meliputi Desa Kasiman.

Nadif Ulfia menambahkan, hingga hari ini BPBD Bojonegoro, baru menerima permintaan distribusi air bersih dari Desa Bakulan Kecamatan Temayang. Pada Jumat (3/8), pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 1 (satu) tangki dengan kapasitas 6000 liter, untuk memenuhi kebutuhan dasar air besih masyarakat yang terdampak kekeringan di desa tersebut.

Baca Juga :  PT. Taspen Berikan Penghargaan Pemkab Tuban Pelayanan Otomatis Terbaik

“Baru satu desa yang meminta distribusi air bersih,” imbuhnya.

Lebih lanjut Nandir Ulfia menuturkan, bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan camat di wilayahnya terdapat desa terdampak kekeringan untuk segera membuat surat permohonan distribusi aiir bersih.

(dan)

Berita Terkait

Pengurus MWC NU Kepohbaru dan Pengurus Ranting Se- Kec. Kepohbaru Dilantik
Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi
Bupati Tuban Izinkan Karantina Wilayah Desa Episentrum Covid19
Kapolres Tuban Sosialisasikan Physical Distancing di Perumahan Padat Penduduk
Bupati Huda Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Ketika Bupati Anna Muawanah Menikmati Lomba Kicau Burung
Udek, Uniknya Tradisi Warga Desa Turigede Lakukan Sedekah Bumi
Komisi VII DPR RI : Sumur Minyak Tradisional Potensi Tambah Lifting Minyak