Sikap Nasionalisme dan Anti Korupsi Harus Dimiliki Setiap ASN

BERITA263 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Kementerian Agama Republik Indonesia kunjungi Bojonegoro, kunjungan Pejabat Tinggi Kementerian Agama ini untuk melakukan pembinaan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Kamis (04/08/2022).

“Sesuai dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014, setiap ASN harus memenuhi harus memenuhi tiga syarat dalam menjalankan tugas, pokok dan fungsinya”, tutur Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Nizar Ali.

Baca Juga :  Pedagang Lesehan Pasar Kota Harus Pindah Ke Pasar Wisata

Nizar Ali menuturkan syarat yang pertama bagi setiap ASN adalah kualifikasi, setiap ASN harus memiliki kualifikasi sesuai bidangnya. Syarat yang kedua adalah kompetensi, setiap ASN itu harus diuji kompetensinya. Sedangkan yang ketiga adalah kinerja, setiap ASN harus dinilai kinerjanya.

“ASN yang bagus adalah ASN yang memiliki kualifikasinya sesuai dengan bidang pekerjaannya, kompetensinya bagus dan kinerjanya juga bagus”, jelas Sekertaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Masih menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, selain tiga syarat yang harus dimiliki oleh setiap ASN itu, Setiap ASN harus memiliki rumus Aneka yang menjadi dasar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Tolak Pembongkaran Pasar Kota

“Rumus Aneka yang menjadi dasar itu adalah Anti Korupsi, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Akuntabilitas “, tegas Sekertaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Diterangkan maksud dari Aneka oleh Nizar Ali yaitu

– Anti Korupsi, dengan menerapkan Zona Integritas dalam rangka Good Government.

– Nasionalisme, setiap ASN harus memiliki rasa Nasionalisme

Baca Juga :  Kadal Ireng Berbagi Berkah Pada Warga Miskin dan Yatim Piatu

– Etika Publik, ada kejelasan dalam pelayanan, SOP yang jelas dengan Transformasi digital.

– Komitmen mutu, ditentukan dengan efektif, efisien, inovasi, dan kualitas.

– Akuntabilitas, harus memiliki akuntabilitas yang tinggi ditandai dengan kepemimpinan, kepemimpinan yang baik transformatif demokratis bukan kepemimpinan otoriter dan transparansi, dengan SOP yang jelas.

(pur)