Setahun Perkara KDRT Terkatung-katung, Korban Berharap Jaksa Segera Limpahkan ke Pengadilan

- Team

Senin, 4 Oktober 2021 - 20:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menunggu setahun, Anik Susilowati berharap perkara KDRT yang dilaporkan segera disidangkan.

Menunggu setahun, Anik Susilowati berharap perkara KDRT yang dilaporkan segera disidangkan.

BOJONEGORO. Netpitu.com – Anik Susilowati (52), isteri M. Rozi, yang diduga menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ), berharap perkara KDRT yang telah dilaporkannya ke Polres Bojonegoro pada 21 September 2020 lalu itu segera disidangkan.

Anik kepada netpitu.com mengaku memendam kekecewaan lantaran hingga sekarang ini sudah 1 ( Satu ) tahun lebih lamanya perkara KDRT yang ditangani polisi tersebut berkasnya belum juga dinyatakan P 21 oleh Kejaksaan negeri Bojonegoro. Sehingga kasusnya pun menjadi terkatung – katung belum ada kejelasan.

“Saya lapor polisi itu mencari keadilan pada negara, kok malah penanganannya berlarut-larut seperti ini,” keluh Anik Susilowati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal semua berkas telah lengkap, termasuk visum dokter. Bahkan untuk memenuhi permintaan jaksa, gelar perkara ( rekontruksi ) kejadian perkara pun sudah dilaksanakan.

Baca Juga :  Australia Utara Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Peternakan dan Pariwisata

“Terakhir, pihak kejaksaan meminta dilakukan rekontruksi kejadian perkara, dan itu sudah dilaksanakan. Harusnya setelah ini berkas perkara segera dinyatakan lengkap atau p 21,” ujar Anik Susilowati, kepada netpitu.com, Senin, (4/10/2021).

Anik juga menyatakan keheranannya, kenapa perkara KDRT yang menimpa dirinya tidak bisa segera dilimpahkan ke pengadilan. Bahkan Anik pun menduga adanya intervensi dari pihak lain yang membuat perkara berjalan tidak semestinya.

Hal yang sama juga dikatakan Rohmat Efendi atau Prima, pendamping kasus Anik dari P3A Bojonegoro. Menurutnya seharusnya KDRT ini menjadi kasus mudah. Karena ada korban, pelaku seta saksi kejadian. Bahkan terdapat bukti visum dokter yang telah diserahkan polisi.

Baca Juga :  Asyiknya Ketua DPD GARPU Jatim David Ferbian Sandi, Bercengkerama Dengan Petani di Sawah

Prima bisa memahami kekecewaan yang dialami clientnya tersebut. Kata Prima, pihaknya sudah berusaha meminta kepada pihak kejaksaan negeri Bojonegoro selaku penuntut umum untuk segera menaikan status perkara tersebut p 21 dan melimpahkannya ke pengadilan untuk disidangkan.

Namun waktu itu pihak kejaksaan ngotot jika terdapat ketidakcocokan keterangan kejadian antara korban dan pelaku. Ketidaksinkronan keterangan antara pelaku dan korban inilah yang membuat perkara ini sempat mandeg cukup lama. Untuk meyelesaikan perbedaan keterangan tersebut, akhirnya kejaksaan minta dilakukan rekontruksi kejadian perkara sebagai kelengkapan berkas perkara.

“Rekontruksi sudah digelar pada Kamis, 21/09/2021, dan berita acara rekontruksi juga sudah ditanda-tangani korban,” jelas Prima.

Setelah berita acara rekontruksi diserahkan ke kejaksaan, Prima berharap berkas perkara KDRT tersebut segera dinyatakan P 21 dan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Baca Juga :  34 Anggota DPRD Tidak Hadir Dalam Paripurna, Adakah Mereka Lakukan Boikot ?

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Bojonegoro, pada Selasa, 21/09/2021. menggelar rekontruksi kejadian perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ), yang dilaporkan Anik Susilowati, pada pada 21 September 2020, dengan nomor laporan polisi nomor LP.B/112/IX/RES.1.24/2020/RESKRIM/SPKT RES BOJONEGORO tanggal 21 September 2020. Rekontruksi kejadian perkara digelar di Mapolres Bojonegoro.

M. Rozi yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, ( DPRD ) Kabupaten Bojonegoro, dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ), dilaporkan isterinya sendiri, Anik Susilowati, dalam tindak pidana kekerasan phisik dalam lingkup rumah tangga, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

(ro)

Berita Terkait

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Senin, 10 Jun 2024 - 10:48