Gelar Wayang Kulit, Wabup Minta CSR EMCL Ditingkatkan

- Team

Selasa, 4 Desember 2018 - 15:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Pemkab Tuban bersama ExxonMobl Cepu Limited menggelar wayang kulit dengan lakon Wahyu Cokroningrat, di Aloon-aloon Yuban, Sabtu, (1/12).

‘Wahyu Cakraningrat’ mengisahkan tentang tiga ksatria yaitu raden Lesmana Mandrakumara, raden Samba Wisnubrata dan raden Abimanyu, yang berebut wahyu yang diyakini mampu menjadikannya raja dengan restu para dewa.

Wahyu Cakraningrat sendiri merupakan wahyu dari Sang Bhatara yang dianggap sebagai syarat untuk menjadi pemimpin dan memperoleh kekuasaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guna mendapatkan Wahyu Cakraningrat tersebut harus melalui laku tapa brata yang sangat berat.

Wahyu Cakraningrat hanya akan diterima ksatria yang bersih lahir batin, cerdas dan tahan godaan, berbudi luhur, dan kepekaan sosial tinggi.

Baca Juga :  Usut Kasus Dugaan Jual Beli Proyek di Diknas, Polisi Harus Periksa 34 Anggota DPRD

Gelaran watang kulit yang berlangsung selama semalam suntuk, dengan dalang Ki Sigit Ariyanto, asal Rembang, ini dugelar untuk memperingati hari jadi Kabupaten Tuban yang ke 725 tahun.

Hadir dalam pagelaran wayang ini Wakil Bupati, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si. bersama, jajaran Direksi EMCL, Forkopimda, Sekretaris Daerah, perwakilan Bakorwil Bojonegoro, serta OPD dan Camat se-Kabupaten Tuban.

Dikatakan Wabupm bahwa pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan tiap tahun bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa. Wayang kulit merupakan warisan seni adi luhung bangsa.

Baca Juga :  Mbah Naryo Yakin Bupati Anna Mu'awanah Tahun Ini Bakal Tumbang

“Wayang kulit merupakan seni yang menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Pesan moral yang disampaikan dalam pertunjukan wayang kulit dapat menjadi pelajaran,” jelas Wabup.

Noor Nagar Husein, mengatakan Kabupaten Tuban dilintasi pipa- pipa milik EMCL sepanjang 42 km. Karenanya, ia berharap CSR yang diberikan EMCL diharapkan dapat terus ditingkatkan. Hal ini sebagai tanggung jawab kepada lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan dari EMCL, Singgih P. Perdana mengungkapkan bahwa EMCL berkomitmen untuk ikut berperan dalam pengembangan masyarakat melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Hal ini sebagai wujud tanggung jawab dan terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat sehingga EMCL dapat beroperasi dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres Tuban Ajak Siswa-Siswi SMAN 2 Jauhi Narkoba dan Hoax

Singgih menambahkan bahwa EMCL mampu memproduksi migas sebanyak 210 ribu barel per hari. Hasil produksi tersebut dialirkan melalui pipa-pipa bawah tanah dan laut.

“Pipa- pipa tersebut juga melintasi wilayah kabupaten Tuban sebelum sampai di Gagak Rimang,” bebernya.

Terkait dengan pagelaran wayang kulit, Singgih menyatakan bahwa EMCL rutin menggelar wayang kulit setiap tahun sejak 2009. Dia berharap warga dapat menikmati pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dan mengambil pelajaran dalam cerita yang dibawakan.

(met)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa