Dua Polres Ungkap Penipuan Pembelian Barang Via Online di Bojonegoro

- Team

Senin, 5 Maret 2018 - 11:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com  – Tim Resmob Polres Bojonegoro bersama tim Resmob Polres Sleman ungkap kasus penipuan dan  penggelapan yang tempat kejadian perkaranya (TKP) berada di Kabupaten Sleman, Sabtu (03/03).

Dengan kerugian material sekitar 354 juta rupiah di gudang penyimpanan barang bukti milik H. Muntholib hasil kejahatan turut Dusun Karanglo RT 02 RW 01 Desa Kemamang Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

Pelaku brtinisial SM (38) warga Desa Sumberjo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, yang mengontrak rumah di Dusun Karanglo RT 02 RW 01, Desa Kemamang, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro dan EV (55) yang merupakan ibu kandung pelakau SM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat penggerebekan pelaku SM berhasil melarikan diri terlebih dahulu, sedangkan untuk EV berhasil diamankan oleh petugas dan saat ini menjalani pemeriksaan di Polres Sleman.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Daki Dzul Qurnain, SH, kronologi kejadiannya bermula pada hari ini Sabtu tanggal 03 Maret 2018 sekira jam 14.30 WIB telah dilakukan penggerebekan terhadap gudang milik H. Muntholib yang dikontrak oleh tersangka SM sejak Januari 2018 dengan biaya sewa sebesar 2 juta rupiah selama setahun.

Baca Juga :  Batching Plant di Desa Sambongrejo, Gondang Diduga Tak Berizin

Penggerebekan dilakukan oleh tim Resmob Polres Sleman Polda DIY yang dipimpin oleh Iptu Dandung Prayidina, SIK dengan dibantu dan didampingi oleh anggota Polres Bojonegoro dan anggota Polsek Balen.

Penggerebekan ini dilakukan karena berdasarkan keterangan dari tersangka lain yang berhasil ditangkap oleh tim Resmob Polres Sleman bahwa di gudang tersebut merupakan sebagai tempat penyimpanan barang hasil kejahatan penipuan atau penggelepan.

“Penggerebakan bermula dari hasil interogasi tersangka lain yang telah diamankan oleh Polres Sleman sebelumnya”, ungkap Kasat Reskrim.

Masih menurut Kasat Reskrim, modus operandi para pelaku saat melancarkan aksinya yaitu dengan cara membuat CV atau badan perijinan lainnya yang fiktif, kemudian memesan barang kepada korbannya secara online dengan metode pembayaran melalui giro kosong.

Baca Juga :  Posisi Mitroatin Sebagai Balon Golkar di Pilkada 2018 Terancam Tergeser

Setelah barang diterima kemudian  CV atau badan perijinan lainnya yang fiktif tersebut membubarkan diri dan selanjutnya barang hasil kejahatan disimpan di gudang tersebut.

“Para pelaku melancarkan aksinya dengan mendirikan CV fiktif dan memesan barang melalui online”, imbuh Kasat Reskrim.

Dari hasil penggerebekan, anggota gabungan telah mengamankan beberapa barang bukti yaitu 400 dos granit, 3 buah spring bed dan 4 bal sarung yang ketiga jenis barang tersebut sementara diamankan oleh Resmob Polres Sleman dan dibawa ke Polres Sleman.

Sementara itu barang bukti lain yang masih ada di TKP yaitu garam sebanyak 5 ton, 2 buah mesin pom mini, berbagai jenis furniture dan barang-barang lainnya yang masih di Tkp merupakan hasil kejahatan.

“Sebagian barang bukti dibawa ke Polres Sleman guna dilakukan penyidikan beserta pelaku yang berhasil diamankan”, ucap Kasat Reskrim.

Baca Juga :  KPK Lepas Kembali 2 Jaksa Pamekasan

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si yang memberikan keterangan secara terpisah sangat mengapresiasi kerjasama antara Polres Bojonegoro dan Polres Sleman yang berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan jual beli online yang gudangnya berada di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

Kepada masyarakat yang merasa menjadi korban dari kejahatan para pelaku ini, Kapolres mengatakan agar segera melaporkan ke Polres Sleman ataupun Polres Bojonegoro agar segera ditindak lanjuti dan dilakukan proses hukum.

“Jika masih ada masyarakat lain yang meras menjadi korban, segera melapor ke Polres Bojonegoro atapun Polres Sleman”, pesan Kapolres.

Sementara itu, para pelaku yang saat ini menjalani proses penyidikan di Polres Sleman oleh penyidik akan dikenakan dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(dan)

Berita Terkait

Kejaksaan Bojonegoro Tahan 4 Kades Tersangka Korupsi BKKD Nek Kecamatan Padangan
Dugaan Korupsi Praoto Siaga, Kejaksaan Bojonegoro Ijek Mumet Goleki Tersangka Utama
Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru