Jadi Tersangka Hoax Ratna Sarumpaet Terancam Hukuman 10 Tahu

- Team

Jumat, 5 Oktober 2018 - 00:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Netpitu.com – Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan kronologi penetapan tersangka dan penangkapan aktivis Ratna Sarumpaet. Perempuan berusia 70 tahun tersebut ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang saat hendak bepergian ke Chile.

“Malam hari ini benar Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet. Jadi alasan dari pada penangkapan, yang pertama adalah adanya laporan polisi tanggal 2 Oktober 2018 kemarin,” kata Argo kepada wartawan,Jakarta, Kamis (4/10).

Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan kemudian diterbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa struk ATM debit untuk pembayaran operasi plastik di rumah sakit.

“Kemudian ada buku catatan operator operasi sudah kita amankan juga. Jadi kita mempunyai bukti-bukti yang banyak. Kita juga memeriksa saksi direktur Rumah Sakit Vina Estetica sudah kita periksa.

Kemudian ada tiga perawat sudah kita lakukan pemeriksaan. Kemudian yang selanjutnya adalah dokter yang merawat pun sudah kita lakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan para saksi, terungkap adalah masuk ke rumah sakit dalam kondisi normal” lanjutnya.

Kemudian polisi melakukan permohonan pencekalan ke Imigrasi. Setelah itu, polisi sekitar pukul 20.00 WIB mendapat informasi bahwa Ratna akan berangkat ke Chile. Di waktu bersamaan, polisi kemudian menetapkan Ratna sebagai tersangka. Kepolisian segera menangkap Ratna di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga :  Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD

Ratna kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. “Kita kenakan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan juga dengan Undang-undang ITE Pasal 28, kita junctokan Pasal 45. Ancamannya 10 tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan, penangkapan Ratna Sarumpaet dilakukan agar kejadian Habib Rizieq Shihab yang kabur ke luar negeri saat menjalani proses hukum tidak terulang.

“Kami lakukan penangkapan (Ratna Sarumpaet) malam ini karena panggilan kita tidak diindahkan. Kita tidak mau permasalahan seperti Habib Rizieq berulang, kabur ya kan,” ujar Jerry kepada wartwan, Kamis (4/10).

Baca Juga :  Perhutani Jatirogo, Parengan, Tuban dan Kejaksaan Tuban MoU Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Jerry mengatakan, sebelumnya polisi telah melayangkan panggilan untuk Ratna. Namun, Ratna tak mengindahkannya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa hari ini masyarakat dihebohkan informasi pengeroyokan Ratna Sarumpaet di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September, oleh 3 orang laki- laki tak dikenal.

Ratna mengaku dipukul hingga menyebabkan wajahnya bengkak usai menghadiri sebuah konferensi internasional.

Setelah sempat bercerita kepada Fadli Zon dan Prabowo tentang penganiayaan yang menimpanya hingga wajahnya bengkak. Ratna Sarumpaet pada 3/10 menggelar jumpa pers dan mengakui bahwa penganiayaan terhadap dirinya adalah bohong dan hanya karangannya belaka.

(mdk/ams)

Berita Terkait

Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik
Duit BOP TPQ Diduga Mengalir Ke Kantor Kemenag Untuk Ganti Cetak Piagam
Duit BOP TPQ Lari Kemana ? Ini Pengakuan Ketua FKTPQ

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47