Membaca Strategi Politik Suyoto Dalam Pilkada Bojonegoro

- Tim

Sabtu, 6 Januari 2018 - 12:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati. Inilah peribahasa yang acap kali digunakan untuk menyindir orang yang suka bicara ngobral janji namun tak pernah ditepati.

Nampaknya tak berlebihan jika peribahasa itu ditujukan kepada bupati Bojonegoro, Suyoto.

Sebagai Bupati dua periode yang akan mengakhiri masa jabatannya di pertengahan Maret 2018 nanti, Suyoto, praktis bakal kehilangan kekuasaannya sebagai pemimpin tertinggi di Pemeritahan Bojonegoro. Lantaran Undang-undang Pemilukada membatasi kekuasaan jabatan seorang Bupati hanya dua periode.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya dengan semangat luar biasa, Suyoto selalu mengatakan bahwa keluarganya ( anak dan isterinya ) tidak akan mencalonkan sebagai Bupati ataupun Wakil Bupati dalam Pemilukada yang bakal digelar serentak pada 2018 ini.

Baca Juga :  Lantik BEM, Unigoro Gelar Seminar Ekonomi Kerakyatan

Untuk menyakinkan publik ia berterus terang mendukung pencalonan Kuswiyanto, anggota DPR RI dari Fraksi PAN dan juga Basuki, Pegawai Negeri Sipil dari Dinas Perdagangan. Dipundak kedua sosok pilihannya itulah (harapannya) nantinya kendali kekuasaan di Bojonegoro ini akan dierahkan.

Bahkan Suyoto pun sempat mensetting Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, untuk dicalonkan sebagai Bupati Bojonegoro yang dipasangkan dengan Mufidoh Suyoto.

Namun al hasil akhir dalam kalkukalsi otak-atik politi Suyoto, Mufidoh-lah yang menjadi pilihan utamanya untuk meneruskan kendali kekuasaan Suyoto di Bojonegoro.

Baca Juga :  Pasangn Ana - Wawan Hari Ini Juga Daftar di KPU

He he, saya tiba-tiba teringat tatkala Bupati Kediri Sutrisno, saat mengeluarkan dua jagoannya dari kandang rumahnya. Keduanya adalah isteri-isteri Bupati Kediri yang ditarungkan dalam satu palagan Pilkada Kediri.

Pastinya, siapapun yang menang tetaplah sang isteri Bupati Kediri waktu itu.
Untungnya Suyoto hanya punya satu isteri sehingga yang dipertarungkan juga satu-satunya isterinya.

Namun demikian tidaklah dikata cerdik jika Suyoto tak mampu mempetakan Pilkada Bojonegoro. Suyoto punya jurus dan strategi lain dalam memenangi Pilkada Bojonegoro ini.

Lantaran selain isterinya yang dimajukan sebagai calon Bupati, Suyoto juga punya jagoan lain, seperti Basuki (Kepala Dinas Perdagangan ) dan Soehadi Moeljono ( Sekretaris Pemkab Bojonegoro ) yang juga disebut-sebut sebagai jagoan alternatif Suyoto.

Baca Juga :  DKPP Gelar Diklatpim Pejabat OPD

Inilah yang dalam strategi perang Tzun Sui disebut sebagai taktik pengalihan agar sasaran atau target terlindungi.

Nampaknya memang mereka berseberangan dan akan saling menyerang dalam masa kampanye nanti. Tetapi pada dasarnya perhitungan siapa mengalah dan siapa pemenangnya, Suyoto-lah yang bakal menjadi sang pemegang kendali.

Lantas siapakah sebenarnya musuh Suyoto dalam Pilkada 2018 nanti. Perkiraannya hanya ada dua yaitu, Anna – Wawan, dan Setyo Hartono – Sutrisno.
Jangan terkecoh…!.

Penulis : Edy Kuntjoro.
Pimpinan redaksi netpitu.com

Berita Terkait

Demi Proyek Bansos Jelang Lengser Bupati
Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
Pers Pencasila dan Jurnalisme Patriotik
PKL Berbasis Proyek Solusi Alternatif Di Masa Pandemi Untuk SMK
Trend Penularan Covid19 di Bojonegoro Terus Meningkat, Tenaga Kesehatan Disasar
Opini : Kebijakan Satu Pintu di Kantor Disdik Bojonegoro. Apa Maksudnya ?
Terapkan PSBB, Bojonegoro Kembali Berlakukan Jam Malam
Kembali ke Zona Merah, Resiko Penularan Covid-19 di Bojonegoro Tinggi

Berita Terkait

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

GOODNEWS

Komunitas IRL Jatim Bagikan Takjil di Bojonegoro

Minggu, 31 Mar 2024 - 12:29

BERITA

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 23 Mar 2024 - 14:00