oleh

Demam Berdarah Merebak di Bojonegoro, Fogging Tak Maksimal

BOJONEGORO. Netpitu.com – Hingga Februari 2019 ini kasus demam berdarah (DBD) sudah 211 kasus. Rata-rata pasien penderita demam berdarah berusia anak- anak, yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Pasien penderita deman berdarah terbanyak ada di Kecamatan Kota, Kedungadem, Tambakrejo dan Kedungadem. Dari 211 kasus tersebut 4 orang meninggal dunia karena terkena penyakit DBD ini.

Baca Juga :  SPBU Di Tuban Ini Diduga Layani Penjualan BBM Dengan Jerigen

Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, mengatakan kasus demam berdarah ini hampir merata di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Saat ini pihaknya telah melakukan upaya pencegahan DBD ini agar supaya tidak meluas dengan melakukan Fogging.

Selain itu pihak Dinkes juga melakukan penyuluhan oleh petugas -petugas kami di tiap – tiap Kecamatan .

Untuk pemberantasan sarang nyamuk ini pihak Dinas Kesehatan melalui surat edaran Bupati, untuk masayarakat dalam upaya pemberatasan sarang nyamuk dengan gerakan satu rumah satu Jumantik.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Kasus Pencemaran Nama Baik Polda Jatim Panggil 3 Saksi

“Karena Kasus DBD ini sudah merata disetiap Desa bukan hanya di Kota saja,” ujar Kadinkes Bojonegoro.

Lebih lanjut Kadinkes menghimbau agar masyarakat selalu membudayakan 3 M yaitu menguras tampungan air yang bisa memicu tumbuhnya benih jentik nyamuk minimal 1 minggu sekali.

Menutup semua tampuangan air dan mengubur semua Kaleng atau sampah bekas yang memicu adanya air.

Baca Juga :  Laporan Pencemaran Nama Baik Wabup Harus Segera Dituntaskan, Jangan Seperti Kasus Data Otentik Yang Dilaporkan Anwar

Sementara itu, warga Bojonegoro berharap Pemkab Bojonegoro lebih peduli terhadap upaya pencegahan dam pemberantasan nyamuk demam berdarah Denggue.

Lantaran hingga kini Dinas Kesehatan tidak melakukan upaya penyemprotan atau fogging jkka tidak laporan ada warga yang terkena demam berdarah.

(dan)