Pemkab Tuban Fasilitasi Hak Pekerja Yang di PHK Sepihak Oleh PT Swabina Gatra

- Tim

Kamis, 6 Februari 2020 - 07:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi damai yang dilakukan kurang lebih 300 pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban, Selasa (04/02/2020).

Aksi damai yang dilakukan kurang lebih 300 pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban, Selasa (04/02/2020).

TUBAN. Netpitu.com – Pemkab Tuban akan memfasilitasi persoalan ke 29 pekerja PT. Swabina Gatra yang diberhentikan sepihak oleh pihak perusahaan. Pemkab Tuban akan mengusahakan semua pekerja yang di-PHK dapat segera diterima kembali bekerja tanpa dikenai pengurangan hak sedikitpun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas PMPTSP dan Naker Tuban, Tadjuddin Tebyo, SH., saat menerima aksi damai yang dilakukan kurang lebih 300 pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban, Selasa (04/02/2020).

Perwakilan dari FSPMI Tuban tersebut ditemui oleh Kepala Dinas PMPTSP dan Naker; Kepala Satpol PP Kabupaten Tuban; Kasat Intel Polres Tuban; dan Kabid Hubungan Industrial Dinas PMPTSP dan Naker Tuban, di ruang Dandang Wacana Setda Tuban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada 10 perwakilan FSPMI, Kepala Dinas PMPTSP dan Naker Tuban, Tadjuddin Tebyo, SH., menyampaikan akan segera memanggil perusahaan PT Swabina Gatra dan PT Semen Indonesia Pabrik Tuban untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, akan dilakukan mediasi antara perusahaan dan pekerja untuk menemukan solusi terbaik.

Baca Juga :  Bekraf Garap Potensi Industri Lokal Bojonegoro

“Minggu depan akan kami pertemukan antara pekerja dan perusahaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dinas PMPTSP dan Naker siap membantu pekerja agar mendapatkan haknya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini agar semua pihak dapat menerima keputusan yang diambil.

“Diusahakan semua pekerja yang di-PHK dapat segera diterima kembali bekerja tanpa dikenai pengurangan hak sedikit pun,” jelasnya.

Tadjuddin Tebyo menyatakan akan memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk ditindaklanjuti. Tidak hanya itu, pihaknya siap memberikan tindakan tegas kepada perusahaan bila tidak melaksanakan rekomendasi yang diberikan.

Baca Juga :  Ngabuburit di Pasar Senggol Ngitik, Berburu Aneka Masakan dan Jajanan Sambil Menikmati Musik Akustik

“Tidak menutup kemungkinan, jika memang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah, maka akan dibawa ke ranah hukum atau Pengadilan Hubungan Industrial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji menjelaskan aksi damai digelar lantaran 29 anggotanya diberhentikan sepihak oleh PT Swabina Gatra tanpa ada alasan yang jelas. Pemberitahuan pemberhentian kerja hanya disampaikan via telfon dan foto surat.

“Kami menemukan kejanggalan berupa pada foto surat tidak ada nama yang bertandatangan maupun stempel perusahaan,” bebernya.

Dirinya mencurigai adanya upaya pemberangusan organisasi FSPMI Tuban karena sebagian besar pekerja yang di-PHK adalah anggota FSPMI Tuban. Menurutnya, hal tersebut melanggar regulasi yang ada.

Sebelum melakukan aksi damai, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Swabina Gatra tetapi perusahaan tidak menghiraukan. Sehingga diambil tindakan lanjutan untuk berkomunikasi dengan Pemkab Tuban dan DPRD Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Tajak Sumur WMA-1 Jegulo Dimulai Wabup Minta PHE Gunakan Naker Lokal

Duraji menambahkan FSPMI Tuban meminta agar Pemkab Tuban dan dinas terkait melakukan pengawasan dari agar tindakan tersebut tidak terulang. Berdasarkan catatannya, PT Swabina Gatra telah melakukan PHK sepihak kepada pekerjanya sebanyak 4 kali terhitung sejak tahun 2017.

Dirinya berharap pengusaha; serikat pekerja dan Pemkab Tuban saling mendukung agar tidak ada PHK pekerja tanpa ada kejelasan.

“Kami meminta jaminan agar pekerja yang dimaksud dapat diterima kerja kembali tanpa ada pengurangan haknya,” tandasnya.

Usai dilakukan mediasi, para pekerja membubarkan diri dengan tertib dan menuju kantor DPRD Kabupaten Tuban untuk menemui anggota dewan. Tujuannya agar aspirasi mereka didengar dan mendapat respon positif dari anggota DPRD Tuban.

(met)

Berita Terkait

David FS : Entas Kemiskinan, Garpu Jatim Akan Launching 1.000 Warung UMKM
Sandiaga Uno Bicarakan Industri Kreatif di Bojonegoro
Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Golkar Lounching Kios Baqoel Karya Berkah
Peringati Hari Koperasi Dekopinda Bojonegoro Salurkan Sembako dan Daging Kurban
Peran BumDes Dalam Peningkatan Perekonomian Rakyat
PT.Rekind Belum Selesaikan Pembayaran Pada Vendor Penyedia Makanan dan Minuman
Zakat Fitrah Tahun Ini Ditentukan Sebesar 3 Kg Beras
Dorry Sonata Tawarkan Solusi Pengusaha Manufaktur Di Tengah Pandemi Covid 1

Berita Terkait

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

GOODNEWS

Komunitas IRL Jatim Bagikan Takjil di Bojonegoro

Minggu, 31 Mar 2024 - 12:29

BERITA

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 23 Mar 2024 - 14:00