oleh

Bantuan Seragam Kualitas Jelek Dibagikan Siswa SMA-SMK Negeri

BOJONEGORO, Netpitu.com – Peralihan kewenangan SMA/SMK dari Kabupaten/Kota ke Propinsi mulai awal tahun 2017 ini berdampak pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018.

Khusus untuk Propinsi Jawa Timur PPDB tahun ajaran ini untuk Peserta Didik Baru akan diberikan bantuan berupa seragam sekolah. Seragam yang dibantu yaitu seragam putih abu abu dan seragam pramuka. Bantuan seragam ini diberikan bagi anak yang diterima di sekolah baik itu Sekolah Menengah Umum (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Bantuan seragam sekolah ini hanya diberikan kepada Sekolah Negeri, untuk Sekolah Swasta tidak dapat bantuan seragam. Terang Sumiarso Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur untuk Wilayah Kabupaten Bojonegoro dalam acara halal bihalal yang diselenggarakan hari Rabu tanggal 5 Juli 2017 di Kantor Cabang Dinas Propinsi.

Bantuan seragam sekolah ini bertujuan untuk membantu orang tua mengingat selama ini orang tua merasa terbebani mahalnya harga seragam sekolah dan mengurangi keuntungan dari pihak sekolah dengan menjual seragam sekolah walaupun orang tua tidak wajib membeli seragam sekolah yang disediakan oleh pihak sekolah. Sedangkan untuk seragam batik menyesuaikan batik masing masing daerah.

Dalam pantauan netpitu.com dilapangan kualitas seragam yang dibantukan kurang memenuhi standar alias kualitasnya jelek.

Sementara itu untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 wilayah Kabupaten Bojonegoro semuanya memakai sistem online baik SMK/SMA. Untuk jumlah pagu yang belum terpenuhi hanya dua sekolahan yaitu SMA Negeri Malo dan SMK Negeri Margomulyo, untuk selebihnya semua sekolahan baik SMK/SMA jumlah pagunya sudah terpenuhi.

Untuk sekolah negeri, pihak kepala sekolah diharapkan membantu sekolahan swasta yang masih kekurangan pagu ini sesuai intruksi dari Bupati Bojonegoro, jangan sampai anak usia sekolah SMK/SMA tidak sekolah atau tidak bisa melanjutkan sekolah hal ini dikarenakan untuk anak SMA/SMK mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBD Bojonegoro, tegas Sumiarso.

(Pur)