oleh

Hari Ini Hary Tanoe Diperiksa Bareskrim Polri Sebagai Tersangka

JAKARTA. Netpitu.com –  Hari ini, Jumat (7/7), Hary Tanoe, CEO MNC Group dan Ketua Umum Partai Perindo dijadwalkan diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Hary Tanoe diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan ancaman melalui SMS terhadap jaksa Yulianto.

“Saya pasti hadir,” ujar Hary Tanoe usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar JAM Pidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/7/2017) petang.

Hary Tanoe sendiri melalui media yang dimilikinya terus melakukan perlawanan terhadap kasus hukumnya dengan membangun berbagai macam opini publik atas kasus SMS ancaman yang telah menjadikannya tersangka ini. Dalam opini yang dibangun oleh media milik Hary Tanoe, ketua Partai Perindo tersebut seolah-olah menjadi korban kriminalisasi politik.

Bukan hanya media, untuk membangun perlawanannya Hary tanoe juga menarik masuk keterlibatan dan dukungan pengurus Partai Perindo ke dalam kasus yang tengah menjeratnya.

Cara-cara yang dilakukan oleh Hary Tanoe dalam menyikapi kasus yang tengah menjeratnya ini dianggap oleh masyarakat sebagai tindakan yang tidak simpatik dan terkesan melecehkan institusi penegak hukum.

Sebelumnya, Hary Tanoe sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan dari pihak Dittipidsiber Bareskrim Polri Selasa, 4 Juni 2017.

Melalui surat yang dikirim kuasa hukumnya, Hary Tanoe mengaku tak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan karena ada keperluan mendesak dan tidak dapat ditinggalkan.

Lantas, penyidik Dittipidsiber melayangkan surat panggilan kedua kepada Hary Tanoe untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut, Jumat, 7 Juli 2017.

“Panggilan kedua tersangka HT sudah disampaikan untuk diperiksa Jumat, 7 Juli 2017,” ujar Direktur Dittipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, Selasa (4/7/2017).

Diberitakan, Dittipideksus  Bareskrim Polri menetapkan Hary Tanoesoedibyo sebagai tersangka kasus pengancaman melalui SMS terhadap jaksa Yulianto pada 15 Juni 2017. Ia dikenakan Pasal 29 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Kasus tersebut bermula atas laporan dari jaksa Yulianto ke Bareskrim Polri pada 27 Januari 2016, tentang adanya tiga SMS pada 5, 7 dan 9 Januari 2016, dari Hary Tanoesoedibyo. SMS tersebut berisi dugaan ancaman kepada dirinya.

Ketiga pesan singkat itu diterima Yulianto saat dia selaku Kasubdit Penyidikan di JAM Pidsus Kejaksaan Agung sedang melakukan penyidikan kasus korupsi kelebihan pembayaran atau restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom 2007-2008.

Hary Tanoe merupakan salah satu pihak yang berperkara, yakni selaku saksi di kasus restitusi pajak Mobile 8.

(Red/As)