oleh

Manganan Tradisi Bersyukur Kepada Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ratusan Warga Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jum’at (7/7) tumpah ruah di salah satu tempat keramat di area Lokasi Wisata Tirtawana Dander. Menurut Kades Dander, Kiswoyo, masayarakat setempat Dander menyebutnya sebagai sungai Pakis dan Sungai Gede.

Tujuan warga kesini dengan membawa berbagai makanan atau hasil bumi untuk melakukan ritual sedekah bumi atau biasa dikenal “manganan”.

Manganan mempunyai maksut dan tujuan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat Rahmat-Nya panen melimpah ruah dari tahun ke tahunnya.

Ritual adat inipun digelar setiap setahun sekali dan sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Dander. Sebelum digelar manganan ( makan bersama,red ) terlebih dahulu dilakukan ritual di Sungai Pakis dan Sungai Gede,kemudian ke Makam Oro Sento sebagai prosesi akhir.

Manganan ini juga dihadiri Budi Irawanto, Calon Wakil Bupati dari pasangan Anna Muawanah. Kepada warga Desa Dander, Wawan berpesan agar tradisi nyadran atau manganan ini dijaga kelestariannya.

Mangan menurut Budi Irawanto, memiliki filosafi dalam tentang kebersamaan dan kegotong-royongan. Selain itu juga terdapat nilai- nilai luhur tentang budi perkerti.

“Sebagai wujud syukur rasa terima kasih kepada Allah SWT. Mereka melakukan sedekah bersama- sama secara serentak. Tentunya jika ini dikelola dengan benar akan memberi manfaat bagi warga yang kurang beruntung,” ujar Budi Irawanto.

“Nilai-nilai Pancasila ada di tradisi manganan ini,” tandasnya.

(dan)