oleh

PPDB SMKN Tuban – Bojonegoro Resmi Ditutup, 1109 Bangku Tak Terisi

BOJONEGORO. Netpitu.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 resmi ditutup, dalam PPDB jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang ada di Kabupaten Bojonegoro tahun ini banyak sekolahan yang masih kekurangan Pagu.

Dari data rekapitulasi hasil PPDB SMK tahun 2022 Kabupaten Bojonegoro dari total Pagu yang disiapkan oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro – Tuban yang terisi sebanyak 5.803, sedangkan masih kurang Pagu sebanyak 1.109.

Untuk sekolah yang Pagu nya terpenuhi dalam PPDB tahun ini yaitu SMK Negeri 2 Bojonegoro, SMK Negeri Purwosari, SMK Negeri Ngambon dan SMK Negeri Kasiman. Selebihnya 15 SMK Negeri yang ada di Kabupaten Bojonegoro kekurangan Pagu.

“Ada 4 SMK Negeri di Kabupaten Bojonegoro yang Pagunya terpenuhi”, tutur Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban melalui Kasi SMK, Agung Prijono, Rabu (06/07/2022).

Agung Prijono mengungkapkan berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur. Untuk kekurangan Pagu ini terjadi pada Jurusan yang dibuka dalam PPDB, secara global untuk Pagu yang disediakan sudah terpenuhi. Dari 19 SMK Negeri yang berada di Kabupaten Bojonegoro ada 100 Jurusan yang disediakan untuk calon pendaftar.

“Dengan adanya kekurangan Pagu pada Jurusan tertentu akan menjadi evaluasi pihak sekolah maupun pihak Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur untuk memperbaiki sistem. Sehingga apabila ada Jurusan yang tidak mendapatkan siswa sama sekali bisa dipertimbangkan”, tegas Agung Prijono.

Terpisah, Suyono selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Bojonegoro menjelaskan sesuai Petunjuk Pelaksana dan Petunjuk Teknis dalam PPDB jenjang pendidikan SMK tidak ada PPDB susulan.

“Tidak ada PPDB susulan, bila ada sekolah yang kekurangan Pagu itu wajar dan tidak apa apa. Hal itu disebabkan minat para pendaftar pada jurusan yang dibuka belum diminati sehingga perlu adanya evaluasi bersama, jurusan apa yang diminati dan jurusan apa yang tidak diminati”, pungkas Suyono yang juga Kepala SMK Negeri 4 Bojonegoro.

(pur)