oleh

Bentuk Satgas Mafia Tanah Polres dan BPN Teken MoU

BOJONEGORO. Netpitu.com – untuk menangani dan mengantisipasi terjadi kasus tanah yang sekarang ini sering terjadi di Bojonegoro, Polres Bojonegoro dan Kantor Pertanahan Bojonegoro membentuk Satgas Anti Mafia Tanah, Pungutan liar dan Percepatan Sertifikasi Tanah aset Polri.

Pembentukan Stas Mafia anah itu diwujudkan dalam Memory of Understanding (MoU) antara Polres dan Bojonegoro dan BPN Bojonegoro.

Hadir diacara tersebut Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro, Kepala Badan Pertanahan Bojonegoro, Wasis , dan Kabag Ops , Kompol Teguh Susilo.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, MoU atau kerjasama sebagai wujud dari kehendak memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

“Ini sesuai MoU dengan Kementrian Agraria dan Polri, ada tujuh sspek, mengantisipasi perkembangan Kamtibmas terutama di bidang pertanahan. Terutama mengkaji aspek tanah termasuk penertibpan pertanahan, penanganan harus saling mengetahui apa yang harus disiapkan, sehingga tidak menyalahi aturan dan yang terakhir adalah upaya pencegahan,” kata Kapolres Bojonegoro.
Selanjutnya 7 item dimaksud adalah 1. Tukar menukar data dan atau informasi, 2. Pemberantasan Mafia tanah, 3. Pemberatasan pungutan liar, 4. Percepatan sertifikasi tanah aset Polri, 5. Penegakan hukum, 6. Bantuan pengamanan, dan 7. Peningkatan SDM.
Dikatakan Kepala BPN Bojonegoro Wasis Sutoro, terkait dengan tukar menukar data diakui sering terbentur oleh regulasi, akan tetapi dapat disikapi dengan permintaan data oleh Instasi lain.

“ Permintaan data akan kami siapkan, tentunya dengan Ijin Kakanwil, itu semua sebagai bentuk pelayanan yang terbuka dan transparan. Ini terpaksa saya buka dapur instusi saya, dulu ketika sering terjadi kasus sengketa tanah, pasti ketika diusut data atau arsipnya pasti hilang,” ujar Wasis Sutoro.

Tapi tidak untuk saat ini, ketika ia bertugas dimanapun Wasis mengaku selalu terbuka dan itu sebagai wujud pelayanan terhadap masyarakat.

( Dan)