oleh

Setyo Hartono Relakan Jabatan Ketua DPC Gerindra Diambil Budiono

BOJONEGORO. Netpitu.com – Setyo Hartono, mengaku legowo dan menerima apapun keputusan DPP Partai Gerindra terkait pencopotannya sebagai ketua DPC Gerindra Bojonegoro. Setyo Hartono juga mempersoalkan siapapun yang menggantikannya memimpin partai milik Prabowo itu.

Menurut orang nomor dua di pemerintahan kabupaten Bojonegoro ini, perihal ganti mengganti ketua atau kepengurusan partai di Gerindra itu hal yang biasa dalam perpolitikan.

Terkait dengan wacana akan dibukanya kembali pendaftaran calon bupati dan wakil bupati oleh Partai Gerindra versi kepengurusan Budiono, Setyo Hartono mempertanyakan apakah memang sudah ada Juklak barunya.

“Wong kemarin kan sudah dibuka pendaftaran dan hasilnya sudah dikirimkan ke DPP Parti Gerindra. Sudah pula ditetapkan siapa saja yang daftar,” terang Setyo Hartono, yang ditemui di ruang kantor wakil bupati Bojonegoro, Jum’at (6/10).

Diberitakan jabatan ketua DPC Gerindra Bojonegoro yang sebelumnya dipegang oleh Setyo Hartono, per 3 Oktober 2017 lalu sesuai SK DPP Partai Gerindra diganti Budiono. Demikian pula posisi Anam warsito yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris DPC partai Gerindra, digantikan oleh Wawan Kurniawanto dan Anam warsito menduduki posisi baru yakni sebagai wakil ketua DPC.

Sebelumnya perseteruan antara ketua DPC Gerindra, Setyo Hartono sempat mencuat bahkan meruncing hingga berbuntut pada pelengseran dan terancamnya Setyo Hartono perebutan rekomendasi pencalonan bupati di Pilkada Bojonegoro 2018.
Setyo Hartono sendiri selain mendaftar di partai Gerindra, juga telah mendaftarkan dirinya dalam penjaringan bakal calon bupati di DPD PPP, dan DPD Parai Nasdem dan Demokrat.

Tetapi untuk pendaftaran di partai Demokrat, Setyo Hartono menyatakan mundur dari proses penjaringan. Lantaran adanya dugaan telah ditetapkannya Soehadi Moeljono sebagai calon tunggal yang akan diusung Partai Demokrat dalam Pilkada Bojonegoro 2018 mendatang.

Kabar beredar ada kubu tertentu yang tidak menginginkan munculnya Setyo Hartono sebagai calon pesaing yang dapat menghalangi kemenangan calon yang didukung dan direstui oleh kubu tersebut. Sehingga dengan beragai cara apa saja mereka akan berupaya menjegal pencalonan Setyo Hartono sebagai calon bupati Bojonegoro dalam Pilkada 2018 mendatang.

(Dan)