Komisi VII DPR RI : Sumur Minyak Tradisional Potensi Tambah Lifting Minyak

- Team

Sabtu, 6 Oktober 2018 - 22:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ketua Komisi VII DPR-RI, Ridwan Hisjam bersama SKK Migas, Ditjen Migas, PT Pertamina EP Asset 4 dan beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro mengunjungi kawasan wisata Geoheritage Teksas Wonocolo, Jumat (5/10) kemarin.

Kunjungan DPR-RI tersebut kemudian dilanjutkan ke Blok Cepu, lapangan Banyu Urip yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Sabtu (6/10/2018).

Dalam kunjungannya, Ridwan Hisjam mengatakan, kawasan wisata Geoheritage Wonocolo atau sumur minyak yang dikelola secara tradisional ini memiliki potensi menambah jumlah lifting minyak secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan catatan, pemilik wilayah operasi, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bisa mengelola dengan baik dengan bekerja sama atau _melibatkan partisipasi_ dengan masyarakat setempat sebagai penambang (bekerja mengangkat minyak bumi).

“Pertamina EP dan SKK Migas sebaiknya mengutamakan konsep pengelolaan sumur tua melibatkan masyarakat yaitu melalui kelompok terdekat di masyarakat yaitu KUD, jika sumur berada dalam geografi lahan yang berada di tengah masyarakat, ataupun melibatkan BUMD jika sumur minyaknya memakai tanah kas desa atau tanah perhutani,” ujarnya.

Baca Juga :  Datang Ke Kantor Pemkab Bojonegoro, Anna Muawanah Tepati Janjinya

Hal itu disampaikan karena, menurut dia, sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua, bisa dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) maupun BUMD. Pihaknya mengusulkan ada pembagian fifty-fifty, jumlah sumur yang dikelola oleh BUMD dan KUD.

“Pemerintah dalam hal ini Pertamina EP & SKKMigas harus memberi pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kekayaan alam ini milik negara dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya pembagian pengelolaan sumur tua antara BUMD dan KUD ini salah satunya untuk menghilangkan ilegal driling, dan mampu mendorong peningkatan jumlah lifting minyak.

Baca Juga :  Kampanye Kesehatan, LSM Gemati Gelar Pelatihan Pembuatan Buis Dekker Untuk Jamban

Hasil diskusi yang dilakukannya, bersama dengan KUD, saat ini jumlah lifting minyak yang diproduksi juga mengalami peningkatan dari 100 barel perhari menjadi 400 barel perhari, bahkan potensinya menurut salah satu Ketua KUD Sumber Pangan, Aan Rochayanto bisa mencapai 900 barel apabila dikelola & dikonsolidasikan dari wilayah seputar kegiatan sumur-sumur tua ini.

“Sangat mungkin tetap dikembangkan, diberikan edukasi pengelolaan sumur dan lingkungannya, sehingga bisa mendorong peningkatan lifting migas”, tegasnya.

Dalam beberapa hari kedepan, pihaknya mengaku akan terus turun ke lapangan untuk memonitor langkah nyata di Wonocolo untuk meningkatkan produksi dan lifting. Selain di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Ridwan mengaku juga akan melakukan kunjungan ke Aceh, Sumatera dan Kalimantan.

Hal yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset-4 ini akan menjadi sebuah contoh konsep pengelolaan sumur tua yang baik, dimana masyarakat lokal diberikan peran lebih aktif untuk turut mengelola sumur tua dan lingkungannya, menjaga kawasan wisata dari sebuah petroleum geopark dan heritage penambangan migas tradisional.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Trucuk Mulai Dikerjakan Lagi

Target lifting tahun 2018 ini harus meningkat menjadi 775 ribu barel perhari secara nasional dari sebelumnya, 750 ribu barel perhari.

Salah seorang perwakilan dari KUD Sumber Pangan yang juga mengelola Sumur Tua Wonocolo, Aan Rohayanto mengatakan, dalam pengelolaan sumur tua, selaku operator, Pertamina EP Asset 4 sudah banyak membantu. KUD Sumber Pangan itu kini mengelola lima sumur tradisional.

“Pertamina sudah banyak membantu soal legalitas maupun penanganan aspek sosial. Hanya saat ini kami perlu bersinergi dengan BUMD & membutuhkan kesamaan visi dan jiwa besar utk kekompakan dan kebaikan masyarakat lokal khususnya di Wonocolo”, ujarnya.

(dan)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Bupati Tuban Izinkan Karantina Wilayah Desa Episentrum Covid19
Kapolres Tuban Sosialisasikan Physical Distancing di Perumahan Padat Penduduk
Bupati Huda Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Ketika Bupati Anna Muawanah Menikmati Lomba Kicau Burung
Udek, Uniknya Tradisi Warga Desa Turigede Lakukan Sedekah Bumi
Peringati Hari TNI, Persit KCK Gelar Menghias Lomba Nasi Tumpeng
Pameran IBD EXPO 2018 Perhutani Masih Andalkan Pendapatan Dari Penjualan Kayu Glondong

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47