oleh

Yofiana Dewi, Sarjana Jurnalistik Yang Peduli Pertanian

Netpitu.com – Ramah, senangnya menebar senyum, kecantikannya tak menghalangi kelincahan gerak tubuhnya. Wanita kelahiran Jakarta, 31 tahun lalu itu punya segudang pengalaman dalam bidang jurnalistik. Baginya menulis adalah satu kebutuhan yang wajib dilakukan.

Wanita ini bernama Yofiana Dewi, lahir di Jakarta, 27 September 1987.

Meski Yofiana Dewi sekarang ini tinggal di Jakarta, namun ia sering menyempatkan diri datang ke Bojonegoro. Baginya Bojonegoro adalah kampung halamannya dan Jakarta tempatnya dimana ia bekerja.

Ia mengaku betah apabila pulang ke Bojonegoro, di tanah kelahiran saudara kedua orang tuanya, tepatnya di kawasan Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro Kota.

Yofi, demikian dia biasa dipanggil, mengaku mencintai dunia jurnalistik setelah berbagai pengalamannya dalam mencari obyek tulisan dan mencermati kehidupan sosial warga Bojonegoro.

Baca Juga :  Interkoneksi OM SPAN dan Siskeudes Belum Bisa Sambung, Dana Desa Tahap ll 4 Desa di Kec. Kedungadem Belum Cair

Wanita muda energik ini juga punya kecintaan mengamati tentang pertanian, kehutanan dan kelautan ini.

Menurutnya ia mengenal ketiga bidang sektor pertanian itu sejak dirinya bergabung dalam staf ahli Komisi lV di salah satu partai di DPR RI.

Baginya Yofi, dunia jurnalistik itu bukan hanya sekedar informasi tetapi lebih dari itu. Jurnalistik itu seperti ilmu kehidupan yang setiap saat bisa dibuka dan dipelajari. Ia bisa berupa tulisan, informasi ataupun gambar dan video yang menyimpan banyak peristiwa kehidupan dan tentunya sejarah yang bisa dipelajari sebagai pengalaman.

Hal itulah yang mendasari wanita cantik ini memilih kuliah di fakultas Komunikasi Jurusan Jurnalistik, di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, dan telah lulus S1 dan diwisuda pada tahun 2009 lalu.

Baca Juga :  Soal Eksekusi Sita Asset Hotel GDK, LSM Angling Dharmo Sayangkan Sikap Pasif Pejabat Pemkab Bojonegoro

Saat ini, untuk menperdalam keilmuannya Yofi pun tengah menjalani jenjang kuliah S2-nya di Universitas Prof. Dr. Moestopo.

Meski memiliki kompetensi pendidikan di bidang jurnalistik, Yofiana tidak serta merta terjun bekerja di media massa.

“Saya banyak belajar dan terjun ke lapangan langsung. Dari pengalaman yang dapatkan di lapangan akhirnya saya memutuskan untuk menggeluti dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu saya,” tutur wanita bertubuh langsing dan masih lajang itu.

Ditanya pendapatnya tentang masyarakat Bojonegoro. Yofi pun dengan penuh semangat bertutur, bahwa masyarakat Bojonegoro pada umumnya memiliki karaktetistik ramah dan bersahabat.

Baca Juga :  Ubah Bambu Menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi

Inilah yang membuatnya makin betah dan merasa enjoy tinggal di Bojonegoro.

Budaya saling tolong menolong, membantu, toleran dan peduli terhadap sesama merupakan kekuatan nyata yang ada pada masyarakat Bojonegoro.

Karenanya, ia merasa sangat beruntung dan bahagia bisa selalu ada di tengah- tengah warga masyarakat Bojonegoro. Di setiap ada waktu longgar Yofiana Dewi pun menyempatkan pergi ke Desa – desa menemui warga desa.

Banyak informasi yang bisa diserapnya. Terutama hal- hal yang berkaitan dengan bidang pertanian dan kehutanan yang digelutinya.

“Bagi saya memahami kehidupan itu penyatuan mata hati dan pikiran. Setiap orang bisa peduli, tetapi yang lebih utama adalah bersungguh-sungguh peduli.

 

Penulis : Edy Kuntjoro