Survey Elektabiltas Jokowi-Ma’ruf Amin Terus Meningkat

- Team

Selasa, 6 November 2018 - 09:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Netpitu.com – Hasil survey elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-KH Ma`ruf Amin terus merangkak naik dibandingkan survei sebelumnya, dari 52,7 persen menjadi 53,9 persen.

Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, menyatakan kasus hoax Ratna Sarumpaet memiliki pengaruh naiknya elektabilitas Jokowi Maruf Amin.

 “Kasus kebohongan publik yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet memiliki efek elektoral, sehingga elektabilitas pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma`ruf naik satu persen,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono saat memaparkan hasil surveinya, di Jakarta, Senin.

Sebaliknya elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami penurunan sekitar 0,3 persen dari 28,6 persen menjadi 28,3 persen.

“Politik kebohongan justru menjadi bumerang karena sekitar satu persen undecided voter memutuskan untuk memilih Jokowi-Ma?ruf,” paparnya.

Publik menilai tindakan Ratna tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan posisinya sebagai salah satu juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (71,5 persen).

Menurut Rudi, kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet berdampak luas pada masyarakat. Hampir separuh responden (49,8 persen) mengetahui kabar kasus Ratna Sarumpaet.

Mayoritas responden (81,3 persen) mengetahui hoaks penganiayaan Ratna dan menganggap politik kebohongan seharusnya tidak diperkenankan dalam kontestasi politik.

Baca Juga :  Dua Bupati Bojonegoro Bersatu Menangkan Jokowi - Maruf

“Hanya 9,5 persen saja yang setuju, dengan persepsi yang negatif soal politik. Misalnya, persepsi bahwa dalam politik segala cara dihalalkan demi untuk meraih kekuasaan,” ucap Rudi.

Jika dilihat peta dukungan terhadap kedua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma’ruf unggul di Pulau Jawa (54,5 persen), Bali dan Nusa Tenggara (56 persen), Sulawesi (56,3 persen), Kalimantan (59,2 persen), dan paling telak Maluku dan Papua (65,8 persen).

Jokowi-Ma`ruf masih kalah di satu pulau, yakni Sumatera. Prabowo-Sandi unggul tipis sebesar 42,6 persen sedangkan Jokowi-Ma`ruf sebesar 40,8 persen.

Baca Juga :  Kampanye di Bogor Jokowi Minta Relawan Kerja Keras Raih Kemenangan 50 Persen Lebih

Populasi survei yang dilakukan oleh Y-Publica adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak memilih dan dipilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Jumlah sampel adalah 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), mewakili 34 provinsi di Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada responden terpilih dengan menggunakan kuisioner.

Survey dilaksanakan pada 10-20 Oktober 2018 dan margin error adalah 2,98 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(ams)

Berita Terkait

KPU Resmi Tetapkan Joko Widodo – Maruf Amin Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Ketua MUI Bojonengoro Kecam Perusuh Demo 22 Mei
Menang 16.957.123 Suara, Jokowi Maruf Amin Deklarasi Kemenangan di Kampung Deret
KPU Selesaikan Rekap Suara Nasional, Jokowi Maruf 85.036.828 Suara dan Prabowo Sandiaga 68.442.493 Suara
Ketua PAN Zulkifly Hasan Ucapkan Selamat Kepada Jokowi Maruf Amin
KPU Rekap 138.405.558 Suara 30 Provinsi. Jokowi Maruf Unggul 14.055.302 Suara
Jokowi Maruf Amin Unggul di Kaltim
Jokowi Maruf Unggul di Kalimantan Barat