Wabup Ngaji Bareng Tukang Becak

- Team

Kamis, 6 Desember 2018 - 14:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Sebanyak 500 tukang, dan 500 Pedagang Kaki Lima (PKL) memenuhi Pendopo Kridho Manunggal Tuban untuk mengikuti Ngaji Bareng dan Bhakti Kemanusiaan, Rabu (05/12/2018). 

Kegiatan yang dihadiri Wabup, Kepala Kantor Kemenag kabupaten Tuban, MUI diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Tuban bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Tuban.

Secara simbolis, Wabup didampingi Ketua Baznas dan MUI Tuban menyerahkan santunan kepada perwakilan tukang becak, PKL, dan pedagang miskin. Juga diserahkan bibit kelapa kepada Camat Palang dan Tuban. 

Total bantuan  3.500 bibit kelapa dan akan ditanam di wilayah Palang dan Tuban.

Wabup Noor Nahar Hussein  mengungkapkan, kegiatan ini sesuai dengan visi misi Kabupaten Tuban.

Salah satunya fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat kecil, termasuk tukang becak, PKL, dan pedagang miskin. 

“Saya minta agar bantuan sembako tidak dijual. Tapi dibawa pulang untuk dapat digunakan untuk keperluan keluarga dengan sebaik mungkin,” ungkapnya. 

Dia mengapresiasi pemilihan Ketua Paguyuban tukang becak yang beberapa waktu lalu dilakukan.

Baca Juga :  Ubah Bambu Menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi

Diharapkan mampu mewadahi aspirasi tukang becak dan berkoordinasi dengan Pemkab Tuban, sehingga dapat bersama-sama meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 

Wabup berpesan kepada tukang becak agar melayani peziarah dengan sebaik-baiknya.

“Jangan menggenjot becak kebut-kebutan apalagi sampai balapan,” seru Wabup. 

Berkaitan dengan keberadaan PKL, Wabup menghimbau agar memperhatikan penataan lokasi dan kenyamanan.

Ketika menjual barang dagangan kepada peziarah hendaknya tidak menaikan harganya berlebihan.

 “Semua ini dilakukan agar para pedagang dapat lebih berdaya,” tuturnya.

Terkait dengan adanya 29 pedagang miskin yang terjerat rentenir, Wabup menyatakan hal tersebut harus mendapat perhatian.

Baca Juga :  Perhutani KPH Parengan Gelar Apel Kesiagaan Bencana Karhutla

Bantuan yang diberikan dapat digunakan untuk melunasi hutang rentenir dan sisanya untuk modal berjualan. 

Wabup dua periode ini juga menegaskan perlu adanya pembatasan terhadap rentenir.

“Kami berharap perbankan maupun BMT dapat menyasar ke pasar sehingga masyarakat tidak perlu terjerat rentenir,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup bersama undangan serta para tukang becak dan PKL menyimak tausiyah yang disampaikan KH. Imam Hambali dan Abah Topan.

(met)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47