oleh

Dirut RSUD Minta Maaf Pada Wartawan Tapi Kasus Penghalangan Peliputan Berita Jalan Terus

-BERITA-228 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Direktur Rumah Sakit Sosodhoro DjatiKusumo, dr. Hernowo, meminta maaf kepada jurnalis yang berunjukrasa atas pelarangan atau penghalangan wartawan saat lakukan peliputan berita di rumah sakit saat lampu padam. Hal tersebut diungkapkan dr. Hernowo saat memberikan klarifikasinya atas peristiwa penghalangan tersebut kepada wartawan dan pimpinan dewan, di ruang paripurna kantor DPRD Bojonegoro, Jum’at, (7/01/2022).

Dikatakan Hernowo, pelarangan itu dilakukan oleh petugas keamanan ( Satpam ) yang personilnya dikelola pihak ketiga ( outsourching ).

Meski meminta maaf atas peristiwa pelarangan peliputan berita itu, namun Hernowo tidak menjelaskan secara rinci apa yang menjadi penyebab padamnya aliran listrik selama sekitar 30 menit di rumah sakit type B tersebut.

Baca Juga :  Tidak Ada Proyek Jamban Mangkrak di Desa Napis

Menanggapi peristiwa pelarangan peliputan berita wartawan ini wakil ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, meminta pihak rumah sakit dan semua OPD di Kab. Bojonegoro untuk saling mendukung dan menghormati profesi wartawan. Karena kerja wartawan sebagai pembuat berita secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

“Kontrol media itu dibutuhkan oleh pemerintah karena mata dan telinga kita terbatas, tidak mungkin mengetahui semua. Kita menjadi tahu adanya penyimpangan ini dan itu melalui media berita,” ujar Sukur Priyanto, kepada Management RSUD Sosodhoro DjatiKusumo, Dinas Kominfo dan Humas Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa Mulyorejo, Sekdes dan Timlak Serahkan data Ke Kejaksaan Bojonegoro

Sementara itu, ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Muchlisin Afan, mengatakan bahwa apa yang terjadi sekarang ini hendaknya dijadikan moment untuk memperbaiki pelayanan informasi lebih baik dan menjalin koneksitas atau hubungan dengan wartawan.

Meski direktur RSUD sudah meminta maaf tapi proses hukum tetap harus jalan. ” Kita nanti akan turut mengawal proses hukum untuk tetap ditegakkan. Ini pembelajaran bagi OPD Pemkab Bojonegoro, supaya berubah menjadi lebih baik,” tegas Afan.

Baca Juga :  Dirut PT. ADS Diberhentikan Bupati, Ada Agenda Apa Lagi ?

Di tempat yang sama, ketua SMSI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengungkapkan di Bojonegoro kasus penghalangan peliputan wartawan tidak hanya terjadi di RSUD. Kasus seperti ini juga diberlakukan di beberapa SKPD di Bojonegoro, sehingga menyulitkan wartawan untuk mendapatkan konfirmasi berita atas persoalan yang ditulis wartawan.

(Yon)