oleh

Soal Konflik Tanah Jalan Veteran, Ini Penjelasan Kades Sukorejo

-BERITA-58 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kepada Desa Sukorejo, Ir. H. Budi Suprajitmo, menjelaskan hal ikwal soal pemanfaatan tanah di jalan Veteran, Kecamatan Kota Bojonegoro, untuk rumah makan sea food.

Menurut Kades Sukorejo, bahwa pemanfaatan tanah yang diklaim milik Heni tersebut, berawal dari permohonan ijin berusaga yang diajukan oleh Asan. Pengajuan ijin berusaha di lokasi tanah dilampiri dengan copy putusan Mahkamah Agung No. 697.K/Ag/2019.

Dalam perkara kasasi yahg diajukan oleh penggugat Martini bin Suparjo melawan Masripah alias Djanipah.

“Putusan MA dimenangkan Djanipah,”jelas Kades Sukorejo, Budi Suprajitno, mengutip putusan MA.

Tetapi Djanipah ini, sudah menunggal dunia. Sebelum meninggal Djanipak membuat surat wasiat yang intinya memberikan harta kekayaan penibggalannya kepada cucunya yang bernama Punisih dan cucu keponakannya bernama Asan.

“Atas dasar putusan MA itulah pihak desa memberikan ijin berusaha rumah makan sea food tersebut ke Asan,” jelas Budi Suprajitno, di kantor Pemdes Sukorejo, Senin, ( 07/02/2022), kepada netpitu.com.

Namun setelah rumah makan didirikan ada seseorang yang mengklaim bahwa tanah tersebut miliknya dengan membawa bukti sertifikat hak milik tanah atas nama Heni.

Kemudian, lanjut Kades Sukorejo, untuk menyelesaikan konflik kepemilikan tanah tersebut kedua belah pihak pada 29 November 2019, diundang ke balai desa Sukorejo.

“Waktu itu kedua belah pihak saling mengklaim kepemilikan tanah dan tidak ada titik penyelesain. Karenanya, untuk penyelesaian masalah tersebut Pemdes menyarankan dibawa dan diselesaikan di ranah hukum,” ujar Kades Sukorejo, Budi Suprajitno.

Baca Juga :  Perhutani KPH Parengan Gelontorkan Dana PMUK Rp. 220 Juta

Sebelumnya diberitakan, pemanfaatan tanah untuk rumah makan masakan sea food di jalan Veteran dipersoalkan Heni, pemilik sah tanah. Lantaran pemanfataan tanah tersebut tanpa ijin dari pemilik.

Merasa hak miliknya diserobot, Heni melalui keponakannya bernama William, minta rumah makan sea food itu tidak menempati lokasi tanah hak milik dengan sertifikat No. 2724 milik Heni.

Menurut William, tantenya akan mendirikan bangunan di lokasi tanah tersebut, sehingga rumah makan sea food yang berlokasi di jalan Veteran itu harus dikosongkan.

“Tanah itu milik tante saya, Heni, ada sertifikat bukti pemilikan sah No. 2724, yang diterbitkan BPN, kantor Pertanahan Bojonegoro,” papar William.

Selasa, (01/02/2022) pekan lalu, William membawa material batu untuk keperluan mendirikan bangunan di lokasi tersebut. Namun, betapa kecewanya William saat mengetahui di atas tanah milik tantenya tersebut sudah berdiri bangunan rumah makan sea food.

Upaya Heni yang akan mendirikan bangunan pun mendapat perlawanan dari Yasin dan kuasa hukumnya, Pasuyanto.
(ro)

Komentar

1 komentar

Komentar ditutup.