oleh

Saksi Mengaku Uang Hasil Lelang TKD Desa Rahayu Diberikan Pada Sukisno

SURABAYA. Netpitu.com – Sidang kasus dugaan korupsi mantan Kades Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Sukisno, Kamis, (04/06/2020), kembali digelar Pengadilan Tipikor, Surabaya, dengan menghadirkan tujuh orang saksi.

Namun dari tujuh saksi yang dijadwalkan hadir dalam persidangan tersebut hanya 5 saksi yang hadir. Sementara 2 saksi dari PHE, Abd. Jabbar, dan Andreas Andika P, dari Pertamina EP, tidak hadir dengan alasan karantina Covid-19.

Kelima saksi yang hadir, Suwito mantan Camat Soko, Masykuri Kasi Pemerintahan Soko, Sukir Kadus Kayunanm Desa Rahayu ( Ketua lelang TKD 2017-2018), Warsito Bendahara lelang TKD 2017-2018, dan Sumari pemenang lelang,

Mantan Camat Soko, Suwito, yang sekarang menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol Bupati Tuban, menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tuban, Palupi, soal lelang Tanah Kas Desa 2017 dan 2018, mengatakan tidak diberi tahu tentang adanya lelang TKD oleh terdakwa (Sukisno).

Padahal menurut Sukir, Kepala Dusun Kayunan, Desa Rahayu, yang diperiksa sebagai saksi di pengadilan yang sama, menyebutkan pada Maret 2017 terjadi lelang TKD Guron, TKD Bank Kayunan, TKD Bodo Gandu, dan TKD Pensiunan. Dari hasil lelang tersebut Desa memperoleh pendapatan hasil lelang TKD sebesar Rp. 77,3 juta.

Sedangkan lelang pada Nopember 2017 terjadi lelang eks. Bengkok Sukeri dan Polo pasar dengan pendapatan lelang TKD sebesar Rp 73,3 juta.

Kata Sukir, lelang TKD juga dilakukan pada 2018, yang melelang TKD eks. Bengkok Parjani dan eks. Bengkok Pasidin, dengan hasil lelang Rp. 42.350 juta.

“Jumlah total pendapatan lelang 2017 dan 2018, Rp 193.250.000,-” terang Sukir, dihadapan majelis hakim PN Tipikor Surabaya.

Lebih lanjut, Sukir menjelaskan, seluruh uang hasil lelang telah diserahkan kepada Pemerintah desa melalui bendahara Desa dan Sukisno, yang saat itu menjabat sebagai Kades Rahayu.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, Sukir menjelaskan bahwa uang hasil lelang TKD 17 Maret 2017, diserahkan kepada bendahara Rp. 14 juta sedangkan sisanya diserahkan kepada Sukisno, Kades Rahayu waktu itu. Penyerahan uang disertai bukti kuitansi. Soal uang hasil lelang TKD itu digunakan untuk apa, Sukir menjawab tidak tahu.

Keterangan Sukir ini diperkuat oleh Warsito, yang saat itu menjabat bendahara lelang TKD. Menurut Warsito, seluruh uang hasil lelang TKD telah diserahkan kepada terdakwa, Sukisno. Kecuali hasil lelang TKD Bodo Gandu dan pensiunan yang diserahkan langsung oleh pemenang lelang (Sumari) kepada Sukisno.

Sementara itu Maskuri, Kasi Pemerintahan Soko, saat ditanya JPU dan majelis hakim PN Tipikor, apakah uang hasil lelang TKD 2017 dan 2018, telah dimasukan ke APBDes Rahayu, Maskuri menjawab tidak tahu.

Sedangkan Sumari, sebagai pemenang TKD Bodo dan pensiunan. Untuk sawah bodo 20 juta dan sawah pensiunan Rp. 9,8 juta, untuk jangka waktu sewa 2,5 tahun. Uang lelang diakui Sumari telah disrrahkan kepasa terdakwa, Sukisno, dan ia tidak diberi kuitansi oleh Sukisno.

JPU Kejaksaan negeti Tuban, Palupi, mengatakan keterangan saksi yang disampaikan pada majelis hakim Pengadilan Tipikor menguatkan dakwaan JPU.

“Beberapa saksi menyebutkan bahwa hasil uang lelang TKD diserahkan Sukisno, mantan Kades Rahayu,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Palupi.

Selanjutnya sidang akan digelar kembali pekan depan dengan menghadirkan saksi dari Pertamina PHE, dan Pertamina EP yang mangkir pada sidang, Kamis, (04/06/2020). Selain itu JPU juga akan menghadirkan saksi ahli dari Inspektorat Tuban, tambah Palupi

Diberitakan sebelumnya, mantan Kades Rahayu, Sukisno, diduga telah melakukan korupsi dana APBDes tahun anggaran 2017 dan 2018, dengan nilai kerugian negara berkisar Rp 267.464.000,-.

(ro)