oleh

Tumpukkan Kertas di Video Bupati Timbulkan Kekuatiran Penularan Covid

BOJONEGORO. Netpitu.com – Beredar video yang berisi rekaman bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, yang tengah berada di ruang rawat inap RSUD Sosrodhoro Jati Kusumo, Bojonegoro, Rabu, (07/07/2021).

Anna nampak duduk di tempat tidurnya dan tengah menghadapi setumpukkan kertas lembar kerja.

Meski dalam kondisi sakit dan dirawat di rumah sakit, dalam video yang berdurasi 1 menit 10 detik itu bupati Bojonegoro menyapa warga Bojonegoro dan memberi semangat kepada warga yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah maupun perawatan rumah sakit.

Baik di rumah sakit umum dawrah Bojonegoro, RS Sumberejo, RSUD Padangan, RS Bhayangkara, RS Ibnu Sina, RS Fatma maupun RS Aisyiah. Dalam pesan singkatnya Anna Mu’awanah mengatakan untuk tetap semangat menghadapi Covid.

Sekilas memang tidak ada yang aneh dalam video tersebut. Namun beberapa orang justru menanggapinya dengan rasa kuatir. Lantaran lembar kertas yang telah dipegang atau tersentuh tangan bupati bisa saja menjadi media penularan virus corona.

Baca Juga :  Alasan PPKM, Polisi Tunda Rekontruksi Kasus KDRT Yang Libatkan Anggota Dewan

Apalagi di dalam penampakan video, bupati Anna Mu’awanah terlihat jelas tidak menggunakan sarung tangan saat bekerja. Sehingga dikuatirkan dapat mengancam dan membahayakan kesehatan orang yang menerima kertas tersebut.

Saking kuatirnya, bahkan banyak juga yang menyarankan agar bupati melayani disposisi secara online dan menandatangani surat dengan tanda tangan digital. Dengan demikian tidak ada orang yang tertular.

Apakah kertas bisa menjadi media penularan ?.

Dikutip dari kompas.com, Michael Knigth, profesor kedokteran dari George Washington School of Medicine and Health Sciences, mengatakan bahwa Covid-19 tidak menyebar dengan menembus kulit tangan kita.

“Semua bentuk infeksi pernapasan biasanya terjadi karena tangan kita menyentuh mulut, hidung, atau mata setelah memegang benda yang terkontaminasi virus,” tambahnya.

Meski kita memanfaatkan transaksi dengan uang elektronik, kita tetap bisa terinfeksi Covid-19 jika tidak mencuci tangan setelah menyentuh ponsel atau kartu kredit.

Seperti diketahui, penyebaran utama virus corona jenis baru yang sedang menjadi pandemi saat ini terjadi melalui droplet. Dengan kata lain, kita berisiko besar terinfeksi virus tersebut jika terkena tetesan air liur dari orang yang terinfeksi.

Namun, virus tersebut juga bisa bertahan hidup di permukaan benda dan menyebabkan kontaminasi silang pada orang yang menyentuh benda tersebut. Oleh karena itu, Organisasi kesehatan dunia (WHO) menghimbau kita agar menghindari benda yang sering disentuh oleh banyak orang, seperti gagang pintu dan meja.

Kita juga dihimbau untuk mengurangi transaksi menggunakan uang tunai. Jika terpaksa melakukannya, kita harus segera mencuci tangan, termasuk setelah memegang uang.

Baca Juga :  Bakesbangpol Segera Cairkan Dana Banpol Partai Rp. 1,17 M

Untuk menghilangkan rasa takut dan kuatir tertular virus corona, sebaiknya cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menerima lembar kertas yang dicurigai telah terkontaminasi virus. Dengan demikian kita telah melindungi tubuh dari ancaman bahaya penularan virus corona.


(ro)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *