STIE Cendekia Gelar Pelatihan Pembuatan dan Pengolahan Limbah Batik

BERITA272 views

BOJONEGORO. Netpitu. com – Batik telah menjadi warisan seni dan budaya. Kedua hal tersebut sudah melekat di hati rakyat Indonesia.

Diawali dengan kegiatan KKN dari para mahasiswa STIE Cendekia di Desa Pejambon, muncul aspirasi dari masyarakat akan keinginan membuat batik sebagai salah satu produk khas Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.

“Setelah itu, pihak STIE Cendekia ini menjalin sinergi dengan Creative Economy Center (CEC) untuk mewujudkan keinginan para warga Desa Pejambon. Setelah MOU ditandatangani maka rangkaian kegiatan pun dilaksanakan dalam bentuk pelatihan ketrampilan.

Baca Juga :  Tak Mau Diam Dalam Kancah Politik Mantan Kades Bojonegoro Bentuk Kompakdesi

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi beberapa jenis kegiatan. Sesuai aspirasi dan permintaan masyarakat Desa Pejambon, maka pelatihan pembuatan batik dilaksanakan di Bulan Juli hingga Agustus.

Suntoro, selaku trainer pelatihan pembuatan batik mengatakan, bahwa semangat para masyarakat yang menjadi peserta pelatihan ini sangat antusias. Suntoro adalah koordinator bidang batik dari CEC yang mengajarkan dua jenis batik, yakni batik tulis dan batik cap.

Baca Juga :  DPP Kompakdesi Tunjuk M. Ghozali Jadi Ketua DPC Kompakdesi Bojonegoro

“Tidak hanya dilatih membuat karya batik, peserta pelatihan juga dilatih mengolah limbah cair dari proses pewarnaan batik. Pelatihan pengolahan limbah ini dilaksanakan pada hari Sabtu (6 Agustus 2022).

Limbah cair ini termasuk berbahaya bagi sumber air jika langsung dibuang ke sumber air. Hasil olahan limbah cair ini adalah berupa cat.

Baca Juga :  Jelang Pelaksanaan Kurikulum Merdeka SDN l Kadipaten Gelar Jalan Santai

Disis lain Adib Nurdiyanto selaku trainer pelatihan pembuatan cat ini menyampaikan bahwa cat ini menggunakan pelarut air dan bisa digunakan diatas permukaan batu, semen, genteng dan juga permukaan kayu. Bahwa pembuatan cat ini memiliki dua peran, yakni sebagai upaya mengurangi resiko pencemaran sumber air dan juga menjadi produk turunan dari proses pembuatan batik.

(Put)