oleh

PKL Berbasis Proyek Solusi Alternatif Di Masa Pandemi Untuk SMK

Netpitu.com – Pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Pemerintah mengambil kebijakan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) salah satunya yaitu Social Distancing.

Penerapan Social Distancing sangat berdampak terhadap seluruh kehidupan, termasuk pendidikan turut terkena dampak yang sangat fatal. Kegiatan belajar terpaksa dilakukan dengan daring.

Surat Edaran Dirjen Vokasi Nomor 01 Tahun 2020 menyatakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama masa Pandemi Covid-19 bisa digantikan dengan Pembelajaran Berbasis Proyek dan atau melaksanakan kewirausahaan yang bekerjasama dengan industri.

Untuk itu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki program PKL perlu menyiapkan pembelajaran berbasis proyek masa adaptasi New Normal.

Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah adalah metode pembelajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis, terampil memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuan.

PBL merupakan sistem pengajaran yang mengembangkan secara simultan strategi pemecahan masalah dan dasar dasar pengetahuan dan ketrampilan dengan menempatkan para peserta didik dalam peran aktif sebagai pemecahan permasalahan sehari hari.

Sebagai solusi alternatif pelaksanaan PKL pada masa Pandemi Covid-19 bagi siswa SMK adalah menerapkan PBL berbasis project atau disebut Project Based Learning dengan pendampingan INDUKA.

Program PKL berbasis project ini merupakan terobosan terbaru yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas tamatan SMK. Dengan pelaksanaan PKL berbasis project ini akan bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan kejuruan dan bagi dunia industri dalam hal mendapatkan tenaga kerja.

Pelaksanaan PKL berbasis project ini dimulai tahapan tahapan antara lain

1. Menjalin kerjasama (Mou) dengan INDUKA yang relevan dengan kompetensi keahlian pada tiap jurusan.

2. Pembentukan kelompok proyek dan pembimbing.

3. Menyusun proposal yang memuat rumusan masalah, time schedule, konsep desain prototipe product, proses kerja, kemasan produk kreatif, estimasi BEP berdasarkan pada KI/KD yang tersinkron dengan SKKNI.

4. Pelaksanaan proyek dalam bimbingan dan pengawasan pembimbing dengan pendampingan INDUKA.

5. Prestasi proyek dan penilaian oleh INDUKA.

 

Artikel ini ditulis oleh Totok ( Humas SMK Negeri 2 Bojonegoro )