oleh

Prof. Saldi Isra Hakim Baru MK Gantikan Patrialis Akbar

Netizensatu.com – Prof. Saldi Isra, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang, akhirnya dipilih sebagai hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Patrialis Akbar.

Terpilihnya Saldi sebagai hakim konstitusi mendapat respons positif. Salah satunya dari mantan Ketua MK Mahfud MD. Ia menilai Saldi orang yang pas untuk membawa perbaikan bagi lembaga konstitusi tersebut.

“Turut bersyukur atas terpilihnya Prof. Saldi Isra sbg Hakim MK yang baru. Ada vitamin baru bagi MK utk menyebabkan (menyehatkan) dirinya lagi,” tulis Mahfud dalam akun Twitter-nya di @MohMahfudMD, Sabtu (8/8).

Saat Akil dan Patrialis masuk dan memimpin MK, Mahfud MD sempat mengucapkan selamat kepada keduanya setelah terpilih sebagai bentuk sopan santun ketimuran.

“Tetapi untuk Saldi saya bukan hanya mengucapkan selamat setelah dia terpilih, namun sebelum itu sudah ikut mendorong mati-matian agar Saldi mau mendaftar sebagai calon hakim,” tambahnya.

Diceritakan Mahfud MD pula, “Waktu itu Saldi tidak tertarik untuk mendaftar. Meskipun demikian kami dan teman-teman mendorongnya agar mendaftar.” Namun sampai hari terakhir pendaftaran ternyata Saldi tidak mendaftar juga.

“Sampai akhirnya saya touch terus agar mendaftar. Semula dia selalu menolak dengan alasan akan sulit berbuat sesuatu, menunggu lebih tua, tak disetujui oleh anak, dan alasan-alasan lain.”
Tetapi pada akhirnya Saldi mendaftar di hari terakhir jam terakhir.

“Alhamdulillah dia terpilih. Orang yang bergerak di gerakan penegakan dan pemikiran hukum pasti yakin bahwa pilihan Pansel dan Presiden terhadap Saldi sudahlah tepat.”

Menurud Mahfud MD, Saldi terpilih karena integritas, kapasitas, dan pengalamannya yang bagus dan bukan karena dekat dengan orang-orang tertentu.

“Saya bukan hanya berharap saja, tetapi yakin Saldi bisa jadi vitamin berkelas bagi MK. Meskipun dia mungkin minoritas dari sudut usia, tetapi kapasitas intelektual dan integritasnya diyakini bisa mewarnai yang mayoritas senior,” tekan Mahfud MD lebih lanjut.

Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menyerahkan tiga nama calon Hakim MK ke Presiden Joko Widodo pada 3 April lalu. Ketiga nama yang diserahkan oleh tim Pansel merupakan hasil dari seleksi tahap akhir terhadap sebelas calon.

Ketiga nama yang lolos seleksi tahap akhir tersebut, di antaranya Guru Besar Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra yang mendapatkan rangking pertama. Pengajar Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang, Bernard L Tanya berada di rangking kedua perolehan penilaian dari Pansel MK. Mantan Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM, Wicipto Setiadi berada di rangking ketiga hasil penilaian.

(Red/*)