oleh

Terduga Teroris Yang Ditangkap di Lamongan Dari Kelompok JAD

Netizensatu.com – Densus 88 Jumat kemarin, 7/4/2017, menangkap 3 orang terduga teroris di dua lokasi di Kecamatan Paciran, Lamongan, Jatim.

Ketiganya adalah Zainal Anshori, 50, warga lingkungan Gowah RT 03 RW 05, Blimbing, Kecamatan Paciran, dan Hendis Efendi, 48, warga lingkungan Semangu RT 06 RW 06 , Blimbing, Kecamatan Paciran. Dan Zainul Hasan, warga yang tinggal di Dusun Jetak, Paciran, Lamongan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hanya Zainal Anshori dan Hasan yang terbukti.

Sementara itu, Ali Fauzi, mantan teroris sekaligus adik kandung pelaku bom Bali, Amrozi dan Ali Imron, mengaku hanya mengenal Zainal Anshori.

Sedangkan dua orang terduga teroris lain, dia tidak mengenal sama sekali.
Menurut dia, bisa saja dua orang tersebut tidak asli Lamongan. Namun, keduanya bertempat tinggal sementara di Kota Soto ini.

‘’Zainal Anshori dikenal sebagai kelompok grup radikal di Dusun Gowah, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran,’’ katanya. Versi mantan instruktur perakit bom tersebut, dulu Zainal Anshori bersama kawan-kawannya menjadi simpatisan FPI di wilayah tersebut. Beberapa tahun kemudian, Zainal Anshori berganti haluan.

‘’Setahu saya, dia mengikuti kelompok ustad Maman Abdurahman, napi yang menghuni di Nusa Kambangan dan berasal dari Sumedang. Dia bersama kelompoknya ini mengetahui adanya terorisme dari Abdurahman,’’ ujarnya.
Menurut dia, sebelum tertangkap Densus 88, ustad Abdurahman dulu sering ceramah ke berbagai tempat.

Termasuk, ceramah di wilayah Paciran. Hingga akhirnya, banyak simpatisan kepada Zainal.

‘ Tahun lalu, Lamongan digegerkan bom bunuh diri Zainal Arifin di Poso dan penembakan polisi di Tulungagung yang dilakukan oleh Dayat. Itu adalah kelompok-kelompok Paciran yang di bawah Zainal Anshori,’’ tuturnya.

Dia menduga penangkapan tersebut rentetan penangkapan dari baku tembak di Cilegon, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Hal ini juga dibenarkan oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.

Menurut Martinus, dua terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 di Lamongan yakni Zainal Anshori dan Zainal Hasan merupakan orang yang ditunjuk oleh Oman Abdurahman alias ustad Maman Abdurahman sebagai pimpinan Jamaah Anshorut Daullah (JAD) untuk membeli senjata di Filipina.

Oman merupakan napi kasus teroris yang kini ditahan di LP Nusakambangan.

“Pada peristiwa sebelumnya ada pembelian senjata api di Filipina, yang dua senjata api itu dipakai pada saat peristiwa bom Thamrin, dan tiga lainnya masih dicari,” ujar Martinus.
Martinus mengatakan, terduga teroris itu juga masuk dalam kelompok SM yang ditangkap di Cilegon, bulan lalu. Iia membenarkan bahwa kelompok Lamongan ini berencana menyerang Polsek Brondong, pekan depan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya telah terjadi penangkapan 3 terduga teroris oleh Densus 88 dilakukan di wilayah Kecamatan Paciran, Lamongan.

Zainal Anshori yang sedang mengendarai Sepeda Motor dan berboncengan dengan Ustad Hendis Efendi, sekitar pukul 09.30 WIB ditangkap Densus 88 di depan SMPN I Paciran.

Setengah jam berikutnya pada Pukul 10.00 WIB diakukan penangkapan terhadap Hasan di Dusun Jetak, Desa Paciran, Kec. Paciran, Lamongan. Selanjutnya ketiga terduga teroris di bawa ke Mapolda Jatim.

(Red/*)

Komentar