oleh

PAC PDIP Harus Hormati Rekomendasi DPP, Jika Tak Setuju Mundur Dari Pengurus

BOJONEGORO. Netpitu.com – Politikus gaek Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ), Bambang Soenaryoko (Mbangsoen), mengingatkan kepada seluruh PAC yang menolak rekomendasi DPP PDIP atas nama calon pengurus DPC PDIP Bojonegoro pada Konfercab di Surabaya, Minggu (7/7/2019), agar menghormati rekomendasi DPP.

Menurut Mbangsun, penolakan yang dilakukan oleh PAC dianggap percuma dan sia-sia. Karena DPP juga memiliki hak memberikan usulan nama-nama calon ketua dan DPC PDIP. Hak yang sama dengan yang dimiliki PAC, DPC dan DPD PDIP.

Lebih diperhatikan lanjut Mbangsun adalah ada tidaknya pelanggaran dalam rekomendasi tersebut,. Jika tidak maka usulan DPP sah menurut Tata tertib Konfercab maupun AD ART partai.

Lagi pula keputusan hasil Konfercab sudah dikembalikan lagi kepada DPP PDIP, berarti menyerahkan semua keputusan kepada DPP. Jadi, apapun keputusan DPP harus ditaati. Termasuk jika DPP langsung menerbitkan SK Pengurus DPC PDIP Bojonegoro.

Siapapun rekomendasi yang diusulkan DPP sebenarnya sudah melalui proses pengamatan dan penilaian yang dilakukan DPP. Namun hal tersebut biasanya dilakukan secara diam-diam.

“Tidak usah berlebihan. Kalau tidak setuju dengan rekomendasi DPP, pilihannya hanya satu. Yaitu mundur dari PAC,” tegas Mbangsun, mantan ketua DPC PDIP Bojonegoro, yang juga anggota Bappilu DPD PDIP Jatim, Senin, (8/7/2019).

Menyikapi hasil Konfercab ini, sekretaris DPC PDIP Bojonegoro, Doni Bayu Setyawan, dalam rilis yang diterima redaksi netpitu.com mengatakan keputusan DPP partai adalah yang terbaik bagi partai dan wajib dihormati oleh seluruh kader Partai.

Rekomendasi DPP terhadap 3 nama untuk menjadi Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC menurutnya tidak ada yang dilanggar dalam proses Konfercab tersebut. Semua dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Partai No. 28/2019 tentang Konsolidasi Partai.

Selanjuthya dikatakan Doni, bahwa 3 nama yang direkomendasi tersebut (Abidin Fikri sbg Ketua DPC, Hasan Abrory sebagai Sekretaris, Bambang Sutriyono sebagai Bendahara), tentu sudah melalui proses sedemikian rupa, dengan berbagai pertimbangan demi kemajuan partai kedepan.

Terkait sikap peserta Konfercab (KSB PAC), itu merupakan bentuk dinamika dan masukan untuk perbaikan Partai. Sebab tentu ada harapan dari Kader Partai di bawah perlu diserap dan kemudian dijalankan oleh kepengurusan DPC kedepan.

Aggota Komisi A DPRD Bojonegoro itu juga meminta pada seluruh kader partai mesti menjunjung tinggi keputusan Partai. Kalau kemudian Konfercab diskors untuk dilanjutkan menunggu penjadwalan kembali oleh DPP. Maka apapun kebijakan yang diputuskan DPP nanti, semua kader dan struktur partai wajib mentaati.

“Membangun Partai adalah perwujudan gotong royong. Siapapun yg memegang nakhoda, kita meyakini itu adalah keputusan terbaik bagi partai untuk lebih progresif dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat,” kata Doni Bayu Setyawan.

(ro)