oleh

Berlakukan Potongan 30 Persen Ketika Cancel, Arisan Boyen Diduga Rugikan Member

-BERITA-717 views

BOJONEGORO. Netpitu. com – Wapada arisan online !. Peringatan yang dikeluarkan Polres Bojonegoro ini bukan tanpa alasan. Karena bisnis tipu – tipu berkedok arisan ini mulai marak tumbuh subur di Bojonegoro.

Biasanya sang bandar mempromosikan bisnis aridannya melalui media sosial facebook, whatsapp, instagram. Dengan iming- iming hadiah langsung logam mulia ( emas ) tanpa diundi. Setiap orang yang menjadi peserta akan mendapatkan hadiah emas secara langsung.

Namun faktanya, setelah arisan berlangsung sekian bulan hadiah emas yang dijanjikan tak kunjung diberikan. Jika ada peserta yang mempertanyakan hadiah emas tersebut, jawab sang bandar ” sabar, semua member ( peserta ) pasti dapat emasnya “.

Alih-alih dapat keuntungan, mengikuti arisan online banyak member peserta arisan online yang mengeluh lantaran merasa dirugikan oleh ulah bandar arisan. Dengan berbagai alasan tak masuk akal, sang bandar merampok uang yang telah disetorkan peserta.

Kesepakatan yang menjadi aturan umum dalam arisan tak lagi menjadi patokan. Tetapi kewenangan dan kehendak sang bandarlah yang menjadi aturan itu sendiri. Protes dan komplain member yang dirugikan pada sang bandar pun menjadi sia-sia. Lantaran setiap kali member melakukan komplain sang bandar langsung memblokir nomer whatsaap member yang komplain.

Salah satu praktik arisan online di Bojonegoro yang ditengarai banyak merugikan warga Bojonegoro ini adalah akun Arisan Boyen, yang dikelola langsung oleh pemilik akun, yakni Anisya Putri.

Baca Juga :  Harga Bahan Pangan Merambat Naik Pedagang Pun Mulai Resah

Ika Dewi Anggraeni, salah satu member arisan boyen yang mendatangi redaksi netpitu.com menuturkan dirinya merasa dirugikan oleh pengelola akun arisan boyen, Anisya Putri. Lantaran dari cancel keikutsertaannya dalam arisan tersebut, uang yang dikembalikan oleh sang bandar kepada dirinya tidak sesuai dengan besaran uang yang seharusnya ia terima.

Lebih lanjut dituturkan Ika, dirinya menjadi member arisan boyen sejak Februari 2022, dan mengikuti arisan dengan Get Rp. 20 juta dan Rp. 25 juta. Untuk Get Rp. 20 juta ia membayar Rp. 1,8 juta per bulan, sedangkan untuk arisan Get Rp. 25 juta, ia membayar Rp. 2.2 juta per bulan. Arisan tersebut berlangsung selama 1 tahun atau 12 bulan.

Namun karena kondisi ekonomi lagi tak menguntungkan, pada 15 Juli 2022, ia tidak dapat membayar arisan Get Rp. 25 juta. Sedang arisan dengan Get Rp. 20 juta ia sudah membayar pada 6 Juli 2022.

Karena tidak bisa membayar tepat waktu maka sang bandar menerapkan sanksi denda Rp. 20 ribu per jam. Dengan demikian dalam sehari atau 24 jam, member arisan harus membayar denda Rp. 480 ribu.

Karena sampai dengan 18 Juli 2022, Ika belum sanggup membayar arisan, maka pada tanggal itu juga Ika memutuskan untuk mengajukan cancel arisan Get Rp. 25 juta yang diikutinya.

Cancel tersebut disetujui sang bandar, dengan ketentuan, setoran arisan yang dihitung mulai nomer dua ( 2 ), sedangkan nomer satu ( 1 ) tidak dihitung karena arisan pendapatan milik bandar dan uang setoran yang sudah masuk dipotong Rp. 200 ribu. Atas ketentuan ini, Ika pun setuju.

Baca Juga :  Menang Mutlak Sutomo Kembali Terpilih Menjadi Kepala Desa Rayung

Namun, pada Rabu, 20 Juli 2022, saat Ika menanyakan arisannya kepada sang bandar. Justru ia mendapatkan jawaban  di luar perkiraannya. Yakni, sudah dapat pengganti member tapi pembayaran pengembalian yang setoran baru bisa dilakukan pada bulan Agustus.

Karena Ika tidak mau dibayar pada Agustus, sang bandar pun menyarankan pada Ika untuk membatalkan cancel dan meneruskan arisannya, dengan persyaratan Ika harus ikut lagi arisan 2 Get lagi, dengan nilai get Rp. 20 juta dan Rp. 10 juta. Jika tidak maka get arisan yang seharusnya Ika terima pencairan arisan get-nya pada Agustus tidak bisa cair.

Keberatan dengan syarat yang diajukan sang bandar, Ika pun menyatakan tidak sanggup mengikuti syarat bandar. Ika tetap memilih mundur atau cancel dari arisan boyen yang dikelola Anisya Putri.

Selanjutnya, pada 20 Juli 2022, sang bandar mengembalikan uang setoran arisan Ika melalui transfer bank. Namun uang diterimanya dari bandar tidak sesuai dengan perhitungan yang seharusnya diterima Ika.

Dari arisan Get Rp. 20 juta, Ika sudah membayar 6 kali setoran kali Rp. 1.8 juta, total Rp. 10,8 juta, dan Get arisan Rp. 25 juta setoran Rp. 2.2 juta kali 5 kali setoran, total Rp. 11 juta.

Baca Juga :  Pungutan Uang Sumbangan SMP Negeri 1 Temayang Tak Melalui Komite

Total uang yang sudah disetorkan Ika kepada owner arisan boyen, Anisya Putri, sebesar Rp. 21,8 juta. Namun uang yang dikembalikan owner arisan boyen hanya Rp. 2,7 juta.

Seperti disampaikan Ika kepada netpitu.com, dari perincian yang dibuat sang bandar, uang yang seharusnya diterimanya Rp. 21,8 juta tersebut dipotong denda Rp. 2.640.000,-, setelah itu selisih uang sisa dipotong lagi 30 persen. Sehingga Ika hanya menerima pengembalian uang yang telah disetornya kepada bandar, sebesar Rp. 2,7 juta.

Tak terima dengan perlakuan bandar yang nyata-nyata telah merugikannya, Ika pun mengajukan komplain. Namun setelah komplain disampaikan, nomor hp Ika langsung diblokir oleh sang bandar arisan boyen.

Menurut Ika, sebenarnya banyak orang yang telah menjadi korban arisan boyen ini. Namun orang yang dirugikan tidak berani melapor ke polisi.

“Saya inginnya uang yang sudah saya setorkan dikembalikan sesuai perhitungan yang ada dalam ketentuan awal. Karena potongan 30 persen saat member melakukan cancel tersebut tidak pernah ada dalam ketentuan. Jika tidak, ya terpaksa saya lapor polisi,” ujar Ika.

Untuk mendapatkan kejelasan, netpitu.com telah mengkonfirmasikan persoalan ini ke pemilik akun arisan boyen melalui media pesan whatsappnya. Namun meski pesan whatsapp telah dibuka dan dibaca, sampai dengan berita ini ditayangkan belum ada jawaban.

( ro )