Berlakukan Potongan 30 Persen Ketika Cancel, Arisan Boyen Diduga Rugikan Member

- Team

Senin, 8 Agustus 2022 - 14:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu. com – Wapada arisan online !. Peringatan yang dikeluarkan Polres Bojonegoro ini bukan tanpa alasan. Karena bisnis tipu – tipu berkedok arisan ini mulai marak tumbuh subur di Bojonegoro.

Biasanya sang bandar mempromosikan bisnis aridannya melalui media sosial facebook, whatsapp, instagram. Dengan iming- iming hadiah langsung logam mulia ( emas ) tanpa diundi. Setiap orang yang menjadi peserta akan mendapatkan hadiah emas secara langsung.

Namun faktanya, setelah arisan berlangsung sekian bulan hadiah emas yang dijanjikan tak kunjung diberikan. Jika ada peserta yang mempertanyakan hadiah emas tersebut, jawab sang bandar ” sabar, semua member ( peserta ) pasti dapat emasnya “.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih dapat keuntungan, mengikuti arisan online banyak member peserta arisan online yang mengeluh lantaran merasa dirugikan oleh ulah bandar arisan. Dengan berbagai alasan tak masuk akal, sang bandar merampok uang yang telah disetorkan peserta.

Kesepakatan yang menjadi aturan umum dalam arisan tak lagi menjadi patokan. Tetapi kewenangan dan kehendak sang bandarlah yang menjadi aturan itu sendiri. Protes dan komplain member yang dirugikan pada sang bandar pun menjadi sia-sia. Lantaran setiap kali member melakukan komplain sang bandar langsung memblokir nomer whatsaap member yang komplain.

Salah satu praktik arisan online di Bojonegoro yang ditengarai banyak merugikan warga Bojonegoro ini adalah akun Arisan Boyen, yang dikelola langsung oleh pemilik akun, yakni Anisya Putri.

Baca Juga :  Jokowi Hebohkan Kota Bandung

Ika Dewi Anggraeni, salah satu member arisan boyen yang mendatangi redaksi netpitu.com menuturkan dirinya merasa dirugikan oleh pengelola akun arisan boyen, Anisya Putri. Lantaran dari cancel keikutsertaannya dalam arisan tersebut, uang yang dikembalikan oleh sang bandar kepada dirinya tidak sesuai dengan besaran uang yang seharusnya ia terima.

Lebih lanjut dituturkan Ika, dirinya menjadi member arisan boyen sejak Februari 2022, dan mengikuti arisan dengan Get Rp. 20 juta dan Rp. 25 juta. Untuk Get Rp. 20 juta ia membayar Rp. 1,8 juta per bulan, sedangkan untuk arisan Get Rp. 25 juta, ia membayar Rp. 2.2 juta per bulan. Arisan tersebut berlangsung selama 1 tahun atau 12 bulan.

Namun karena kondisi ekonomi lagi tak menguntungkan, pada 15 Juli 2022, ia tidak dapat membayar arisan Get Rp. 25 juta. Sedang arisan dengan Get Rp. 20 juta ia sudah membayar pada 6 Juli 2022.

Karena tidak bisa membayar tepat waktu maka sang bandar menerapkan sanksi denda Rp. 20 ribu per jam. Dengan demikian dalam sehari atau 24 jam, member arisan harus membayar denda Rp. 480 ribu.

Karena sampai dengan 18 Juli 2022, Ika belum sanggup membayar arisan, maka pada tanggal itu juga Ika memutuskan untuk mengajukan cancel arisan Get Rp. 25 juta yang diikutinya.

Cancel tersebut disetujui sang bandar, dengan ketentuan, setoran arisan yang dihitung mulai nomer dua ( 2 ), sedangkan nomer satu ( 1 ) tidak dihitung karena arisan pendapatan milik bandar dan uang setoran yang sudah masuk dipotong Rp. 200 ribu. Atas ketentuan ini, Ika pun setuju.

Baca Juga :  BRI Cabang Bojonegoro Berikan Mobil Beri Bantuan Operasional Pada Kemenag

Namun, pada Rabu, 20 Juli 2022, saat Ika menanyakan arisannya kepada sang bandar. Justru ia mendapatkan jawaban  di luar perkiraannya. Yakni, sudah dapat pengganti member tapi pembayaran pengembalian yang setoran baru bisa dilakukan pada bulan Agustus.

Karena Ika tidak mau dibayar pada Agustus, sang bandar pun menyarankan pada Ika untuk membatalkan cancel dan meneruskan arisannya, dengan persyaratan Ika harus ikut lagi arisan 2 Get lagi, dengan nilai get Rp. 20 juta dan Rp. 10 juta. Jika tidak maka get arisan yang seharusnya Ika terima pencairan arisan get-nya pada Agustus tidak bisa cair.

Keberatan dengan syarat yang diajukan sang bandar, Ika pun menyatakan tidak sanggup mengikuti syarat bandar. Ika tetap memilih mundur atau cancel dari arisan boyen yang dikelola Anisya Putri.

Selanjutnya, pada 20 Juli 2022, sang bandar mengembalikan uang setoran arisan Ika melalui transfer bank. Namun uang diterimanya dari bandar tidak sesuai dengan perhitungan yang seharusnya diterima Ika.

Dari arisan Get Rp. 20 juta, Ika sudah membayar 6 kali setoran kali Rp. 1.8 juta, total Rp. 10,8 juta, dan Get arisan Rp. 25 juta setoran Rp. 2.2 juta kali 5 kali setoran, total Rp. 11 juta.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2021

Total uang yang sudah disetorkan Ika kepada owner arisan boyen, Anisya Putri, sebesar Rp. 21,8 juta. Namun uang yang dikembalikan owner arisan boyen hanya Rp. 2,7 juta.

Seperti disampaikan Ika kepada netpitu.com, dari perincian yang dibuat sang bandar, uang yang seharusnya diterimanya Rp. 21,8 juta tersebut dipotong denda Rp. 2.640.000,-, setelah itu selisih uang sisa dipotong lagi 30 persen. Sehingga Ika hanya menerima pengembalian uang yang telah disetornya kepada bandar, sebesar Rp. 2,7 juta.

Tak terima dengan perlakuan bandar yang nyata-nyata telah merugikannya, Ika pun mengajukan komplain. Namun setelah komplain disampaikan, nomor hp Ika langsung diblokir oleh sang bandar arisan boyen.

Menurut Ika, sebenarnya banyak orang yang telah menjadi korban arisan boyen ini. Namun orang yang dirugikan tidak berani melapor ke polisi.

“Saya inginnya uang yang sudah saya setorkan dikembalikan sesuai perhitungan yang ada dalam ketentuan awal. Karena potongan 30 persen saat member melakukan cancel tersebut tidak pernah ada dalam ketentuan. Jika tidak, ya terpaksa saya lapor polisi,” ujar Ika.

Untuk mendapatkan kejelasan, netpitu.com telah mengkonfirmasikan persoalan ini ke pemilik akun arisan boyen melalui media pesan whatsappnya. Namun meski pesan whatsapp telah dibuka dan dibaca, sampai dengan berita ini ditayangkan belum ada jawaban.

( ro )

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03