Puisi Dajal Menghentak di Panggung Sastra Plataran Bojonegoro

- Team

Minggu, 8 Oktober 2017 - 13:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Puisi Dajal, buah karya KH. Mustofa Bisry, Sabtu (7/10) malam kemarin menghentak kesunyian halaman gedung PC NU Bojonegoro yang berada di Jalan A. Yani, Bojonegoro, tempat digelarnya Sastra Plataran, oleh Lesbumi dan KSMB (Kelompok Seniman Bojonegoro).

Dibacakan oleh Edy Kuntjoro, puisi Dajal ini memuat sindirin dan kritik tajam yang ditujukan kepada para penguasa, pejabat pemerintah baik di pusat maupun di daerah bahkan di Desa sekalipun.
Tak pelak, selama pembacaan puisi berlangsung seluruh penonton yang hadir diam, menyimak kata demi kata yang terlontar dari mulut pembaca. Apalagi dalam puisi Dajal ini hampir 80 persen adalah tertawa terbahak.

Menurut Edy Kuntjoro, tertawa terbahak-bahak bukanlah ekspresi yang dibuat-buat oleh pembaca melainkan tuntutan naskah puisi yang harus dibaca oleh pembaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya memang disitu ditulis hoahahaha, hoahahaha, dari awal puisi hingga akhir puisi. Sajak Dajal karya Gus Mus ini memang berat, pembaca harus punya stamina bagus dan pernafasan yang mumpuni. Karena tuntutan membaca sambil terus tertawa dari awal hingga akhir itu bisa sampai 5 menit tanpa putus. Tertawa terus,” ujar Edy Kuntjoro, ditemui di Sastra Plataran, Sabtu (7/10).

Baca Juga :  Sekitar 705 GTT K2 Bojonegoro Minta Diangkat Jadi PNS

Puisi Dajal, sangat relevan jika disandingkan dengan situasi Bojonegoro saat ini, apalagi menjelang pergantian pemimpin daerah Bojonegoro. Ia melihat ada upaya-upaya dari para penguasa untuk tetap dapat memegang kendali kekuasaan di pemerintahan.

Meski pemilihan kepala daerah nantinya dilakukan dengan sistem demokrasi, dimana rakyat bebas menentukan pilihannya, tetapi calon yang rakyat untuk dipilih inilah yang bermasalah. Lantaran belum tentu calon yang diusung oleh partai-partai itu nantinya calon yang dikehendaki rakyat.

Makanya kalau sekarang muncul upaya dari penguasa akan menjadikan Pilkada Bojonegoro dengan calon tunggal atau head to head, sebenarnya itu bukan lagi rahasia umum. Tujuannya jelas, mereka ingin berkuasa kembali.

Sehingga dengan terbatasnya calon pemimpin yang dipilih maka kebebasan rakyat untuk memilih menjadi semu karena tidak sesuai hati nurani. Rakyat tidak bisa mengekspresikan hak kebebasannya lantaran calon yang harus sudah ditentukan dipilih harus itu.

Apalagi diketahui ada agenda besar dari penguasa yang sekarang ini untuk menggolkan dan mengawal “dana abadi” DBH Migas.

“Kan penguasa sekarang juga sudah sumbar akan melawan yang tidak mendukung dana abadi migas. Ini bisa jadi ancaman Pilkada jujur, bebas, adil dan berintegritas. Akhirnya yang ada adalah demokrasi yang sakit-sakitan, rapuh, dan berpotensi menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” ujar Edy Kuntjoro.

Baca Juga :  LPPM Unigoro Selenggarakan Sekolah Lapang Pergudangan Hasil Tani

“Soal dana abadi, serahkan saja pada pilihan rakyat pemilik hak. Apakah meraka setuju atau tidak dan itu akan ditentukan dalam pemilihan kepla daerah nanti. Jadi jangan monopolilah,” tambahnya.

Dibacakannya puisi Dajal yang ditulis Gus Mus pada 1991 ini, bidang program Sastra Plataran ini untuk mengingatkan kembali bahwa perilaku iblis yang bernama Dajal itu bisa terjadi dimana-mana dan bisa mengena pada siapa saja.

“Termasuk saya dan penonton yang berada di depan panggung Sastra Plataran ini, dan tak luput pula para politisi partai dan penguasa yang tengah menjalankan amanah rakyat. Puisi itu bende (tabuh) untuk mengingatkan atas ketidak-benaran dan ketidak-adilan yang terjadi,” tandasnya.

Ia berharap para penyelenggara negara sadar betul bahwa ambisi yang berlebihan hanya akan membawa bencana dan tidak memberikan manfaat dan berkah bagi umat.

Selain puisi karya Gus Mus, di pangung Sastra Plataran yang digelar sekali dalam setiap bulannya itu dibacakan pula puisi-puisi karya penyair lokal Bojonegoro yang sekarang ini tengah menuju panggung sastra nasional, yaitu Arieyoko, yang dibacakan oleh Kismi KSMB, Mas Totot, Gendut Suharso, Agung Depe, Siswo Wahyudi, Fauzi zam-zam, Adib IPNU, Nanto IPNU, dan beberapa mahasiswa IAI Sunan Giri.

Baca Juga :  SMAN 1 Jatirogo Juarai Olimpiade Ekonomi STIEKIA

Inilah Puisi DAJAL Karya KH. Musthafa Bisry, yang ditulis pada 1991.

Dajjal
Karya : KH. Musthafa Bisri

Hoahaha hahahoa
Bermata satu berlisan ganda
Bertelinga satu bertangan sejuta
Hoahaha sungguh perkasa
Hahahoa alangkah kuasa
Hoahaha hahahoa
Hahahoa menggenggam surga
Hoahaha menimang neraka

Hoahaha hahahoa
Hahahoa mengajarkan hak asasi
Hoahaha menebarkan intimidasi
Hahahoa menatarkan demokrasi
Hoahaha mengamalkan tirani

Hoahaha hahahoa
Mengibarkan panji kemanusiaan
Dan merobek-robeknya
Hoahaha hahahoa
Menyuarakan kebenaran
Dan memenjarakannya

Hoahaha hahahoa
Mencanangkan peradaban
Dan mencincangnya
Hoahaha hahahoa
Menyerukan pembaruan
Dan menyurutkannya
Hahahoa hoahaha

Beritamu hahahoa deritaku
Guritamu hoahaha gulitaku
Serakahmu hahahoa sekaratku
Seterukmu hoahaha sekutuku
Pengaruhmu hahahoa pembunuhku
Pelurumu hoahaha peluruhku
Nirwanamu hahahoa nerakaku

1991. KH. A. Mustofa Bisri.

(R/Dan)

Berita Terkait

LHP BPK Kab. Bojonegoro Sudah Diserahkan Ke Ketua DPRD Tapi Tak Dibagikan Pada Anggota
16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan
Hoax Kabar Penghentian Hibah BKD Dari KPK
Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Kementerian PAN RB Lakukan Rakor Online
Miris, Masih Ada Jalan Poros Desa Berlumpur di Bojonegoro
Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
PDIP : Pemkab Harus Berikan Solusi Soal Kelambatan Pencairan ADD
Duh, 53 Desa Di Bojonegoro Belum Mengajukan Pencairan ADD., Ada Apa ?

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Senin, 10 Jun 2024 - 10:48