oleh

Tunjangan Sertifikasi Guru dan Pengawas Madrasah Akan Dibayar Lunas Tahun Ini

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, Sabtu, (7/10) mengelar sosialisasi revisi kurikulum 2013. Sosialisasi dihadiri 665 orang guru dan pengawas tingkat RA, MI, MTs, dan MA. Hadir sebagai pemateri Kepala bidang Pendidikan Madrasah, Drs. Leksono. M.Pd.I.

Menurut Kepala Kementerian Agama Bojonegoro, H. Ahmad Munir, kegiatan sosialisasi ini untuk mematangkan pemahaman guru dan pengawas mengenai revisi kurikulum 2013.

Lebih lanjut dikatakan Munir, di Bojonegoro terdapat 259 lembaga Madrasah Ibtidaiyah, 110 Madrasah Tsanawiyah dan 55 Madrasah tingkat Aliyah. Dari 424 lembaga Madrasah tersebut di Kementerian Agama Bojonegoro hanya terdapat 55 tenaga pengawas.

Jika dilihat dari performa ideal tentunya jumlah tenaga pengawas tersebut masih kurang dan ini tentunya juga akan memberi pengaruh terhadap kualitas mutu pelayanan pendidikan.

Selain sosialisasi tujuan dilakukan pembinaan guru dan pengawas ini adalah memperkenalkan guru dan pengwas kepada Kepala bidang Pendidikan Madrasah yang baru, yakni Drs. Leksono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala bidang Pendidikan Agama Islam (pais).

Leksono sendiri sebelum memangku jabatan Kabid Pais adalah Kepala kantor Kementerian Agama Lamongan, dan Tuban
Yang terpenting dari kegiatan ini adanya informasi yang disampaikan oleh Kabid Penma bahwa tahun anggaran ini pemeintah pusat akan membayar lunas seluruh kewajiban pembayaran dana sertifikasi guru, baik guru inpasing. Reguler maupun pengawas yang selama ini masih ada yang terutang, imbuh Munir.

Menurut Kabid Penma Kemenag Jatim, Drs. Leksono, animo masyarakat terhadap madrasah sangat baik lantaran madrasah bukan lagi sebagai lembaga pendidikan alternatif tetapi sudah menjadi tujuan atau pilhan utama dari siswa atau orang tua.

Untuk itu Leksono mengungatkan kepada guru dan pengawas untuk berni berinovasi dalam pengembangan pendidikan madrasah. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan pendidikan karakter terhadap peserta didik agar kemampuan akademis yang dimiliki juga dimbangi dengan karakter yang baik.

“Kepala Madrasah dan Guru jangan sekedar linier tapi juga inovatif karena targetnya nanti adalah lulusan madrasah dalam UNBK supaya nilai dalam UN-nya meningkat,” ujar Leksono.

(Dan)