Aliansi Jurnalis NKRI Desak Prabowo Minta Maaf dan Cabut Pernyataan

- Tim

Sabtu, 8 Desember 2018 - 07:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sejumlah jurnalis mengatasnamakan Aliansi Jurnalis NKRI menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung dewan Pers di Jakarta Pusat, Jumat (7/12). Para jurnalis itu menuntut calon Presiden Prabowo minta maaf atas pernyataan di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

Pernyataan Prabowo dianggap telah merendahkan martabat dan profesi wartwan. Prabowo dalam pidatonya juga menuding jurnalis sebagai antek orang yang mau menghancurkan NKRI merupakan hasutan dan fitnah keji dari seorang yang mencalonkan diri sebagai pemimpin negara.

Pernyataan Prabowo untuk tidak lagi menghormati jurnalis adalah pernyataan yang sangat tendensius, menebar ujaran kebencian, mengadu domba dan menghina profesi jurnalis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mendesak Prabowo untuk segera minta maaf atas pernyataannya yang di nilai menghina jurnalis, mereka juga membakar foto Prabowo yang di anggap merendahkan profesi wartawan.

Rivai Lamahoda Koordinator aksi Aliansi Jurnalis NKRI dalam keterangannya mengatakan, mengkritik profesi jurnalis (wartawan) tidaklah haram, itu boleh saja dan sah dalam era demokrasi.

Namun sebagai negara demokrasi yang berdasarkan hukum maka setiap kritik dan koreksi punya mekanisme dan jalur yang harus di tempuh.

‘Sebagai politisi dengan jam terbang tinggi (sejak orba) seperti Prabowo Subianto tentu tahu persis soal ini. Profesi Jurnalis dilindungi oleh UU tentang Pers. Dalam UU ini diatur koreksi terhadap pemberitaan adalah dengan mekanisme ‘hak jawab’ yang di fasilitasi dewan pers dan apabila tidak menemui kata sepakat maka boleh mengajukan gugatan pidana pengadilan jika merasa di rugikan,” ujarnya.

Menurutnya, pernyataan Prabowo Rabu (05/12/2018) yang menuduh ‘Jurnalis sebagai antek orang yang mau menghancurkan NKRI’ dan pernyataan untuk tidak lagi menghormati jurnalis adalah pernyataan yang sangat tendensius, menebar ujaran kebencian, mengadu domba dan menghina profesi jurnalis.

“Prabowo harus diingatkan bahwa pers adalah pilar demokrasi keempat setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam kehidupan bernegara sehingga pernyataan Prabowo sangat menyinggung perasaan jurnalis bahkan melecehkan profesi jurnalis,” sambungnya.

“Prabowo harus mencabut dan meminta maaf aras pernysraannta itu. Jika tidak, kami akan mengajak dan menyerukan kepada seluruh jurnalis se-Indonesia untuk memboikot seluruh pemberitaan tentang Prabowo,” ujar Rivai.

(*)

Berita Terkait

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa
Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Ribuan Warga Karangpacar Ikuti Giat Jalan Santai Kampung Moderasi Beragama
Apindo Bojonegoro Usulkan Kenaikan Upah Sebesar 4,82 Persen