oleh

Perhutani Ajarkan Ilmu Pengelolaan Hutan Pada Siswa SMK

TUBAN. Netpitu.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan  ( KPH ) Perhutani Parengan, Jumat, (8/2/2019), memberikan materi cara pengelola hutan  kepada puluhan siswa-siswi SMK Kehutanan Wali Sembilan Gomang.

Pemberian pengajaran praktek lapangan ilmu kehutanan tersebut dilaksanakan di wilayah kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ( BKPH) Mulyoagung, masuk Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan.

SMK Kehutanan Gomang yang didirikan pada tahun 2005 tersebut merupakan sekolah yang berbasis kejuruan ilmu pendidikan kehutanan dan ilmu pertanian.

“Kegiatan belajar mengajar pada SMK tersebut melibatkan tenaga  pengajar dari Perhutani  KPH Parengan. Tentunya dengan mengirimkan staf Perhutani yang mempunyai keahlian tentang kehutanan. Dan ini dilakukan setiap tahun,” ungkap Administratur Perhutani Parengan Badaruddin Amin, S. Hut kepada netpitu.com.

Baca Juga :  30 Guru Lintas Agama Di Bojonegoro Ikuti Workshop Penguatan Wawasan Kebhinekaan

Kepada siswa-siswi SMK Kehutanan ini diberi materi dasar tentang tehnik tanaman dan pemeliharaannya. Pratek lapangan dilakukan selama satu bulan penuh di petak tanaman muda, wilayah hutan BKPH Mulyoagung.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Administratur KPH Parengan Badaruddin Amin, bahwa SMK Kehutanan  Wali Sembilan, Gomang didirikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Wali Sembilan Gomang  KH. Noer Nasroh  Hadiningrat yang kerjasama dengan Perhutani dalam mendirikan Sekolah Kehutanan  untuk mencetak generasi yang cinta hutan.

Baca Juga :  Wabup Budi Irawanto Apresiasi Penyelenggaraan Yatim Camp

Selain memberikan bantuan tenaga pengajar Perhutani juga memberikan bantuan anggaran dana pendidikan kepada sekolah tersebut setiap tahunnya. 

Sebanyak 49 siswa  yang mengikuti  Pelaksanaan Pratek lapangan melakukan pratek  di beberapa Resort Pemangkuan Hutan (RPH) dengan dibimbing langsung oleh Asper BKPH Mulyoagung  Moch Badar, KRPH Nguluhan Hariyadi dan KRPH Mulyoagung Muktiono.

Sedangkan untuk pendampingan terhadap tiap kelompok siswa ada mandor persemian Sunoko, Warnaji, Nurwidodo, dan mandor tanaman, Narto.

Baca Juga :  Catatan Kebudayaan : Cover Both Side

Disamping itu juga ada tenaga pendamping dari tenaga karyawan Perhutani yang juga didampingi 3 guru SMK Kehutanan wali Sembilan.

“Materi  yang disampaikan adalah ilmu persemian stek pucuk, pemeliharaan pohon, tebangan, tanam, keamanan, dan di skill untuk imu beladiri dalam menangani pelaku kejahatan illegal logging,” ujar Asper BKPH Mulyoagung, Badar

(met)