Terancam Hukuman 20 Tahun, Sidang Korupsi Sukisno Digelar Online

- Team

Kamis, 9 April 2020 - 15:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Sidang kasus dugaan korupsi APBDes Desa Rahayu tahun anggaran 2017 dan 2018, dengan terdakwa Sukisno bin Kastum, mantan kepala desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, Kamis, (09/04/2020), kembali digelar setelah Minggu lalu sempat ditunda karena tidak kehadiran penasehat hukum terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan negeri Tuban, Radityo, mengatakan, sebelumnya JPU telah menjadwalkan sidang dakwaan pada Kamis (02/04/2020), minggu lalu. Namun terdakwa meminta penundaan sidang lantaran tidak adanya penasehat hukum yang mendampinginya.

Baca Juga :  Kader PKS Nur Mahmudi Ismail Jadi Tersangka Korupsi

Sidang Kamis (09/04/2020) hari ini merupakan sidang pembacaan dakwaan perkara korupsi dengan terdakwa Sukisno, kata Radityo, kepada netpitu.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut dikatakan, Sukisno didakwa melanggar dengan Pasal 2 junto Pasal 18 Undang-undang Nomer 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU Nomer. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi subsider Pasal 3 junto Pasal 18 UU Tipikor junto Pasal 64 KUHP.

Baca Juga :  Jualan Kopi Lendir MN Terancam Pidana Penjara Setahun Empat Bulan

Kedua junto Pasal 18 Undang-undang Tipikor junto Pasal 64 KUHP.

Berdasar pasal UU Tipikor tersebut terdakwa terancam hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun.

Sidang Tipikor yang biasanya dilakukan di Pengadilan Tipikor, Surabaya, untuk kali ini dilaksanakan melalui video conference dengan menggunakan sarana aplikasi zoom.

Sidang yang digelar secara online tersebut dihadiri terdakwa Sukisno, yang didampingi penasehat hukumnya, Yuyun Cs, Majelis hakim Pengadilan Tipikor dan tim JPU Kejari Tuban, Radityo, Palupi, dan Marni.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Raih Anugerah KASN 2018

Diberitakan sebelumnya, Sukisno, mantan Kades Desa Rahayu periode 2013 – 2019, diduga telah menggelapkan Dana Desa (DD) yang bersumber dari pemerintah pusat dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemkab Tuban serta menggelapkan keuangan Desa yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (APBDes). Akibat perbuatan tersangka negara dirugikan sekitar Rp. 267 juta.

(ro)

Berita Terkait

Kejaksaan Bojonegoro Tahan 4 Kades Tersangka Korupsi BKKD Nek Kecamatan Padangan
Dugaan Korupsi Praoto Siaga, Kejaksaan Bojonegoro Ijek Mumet Goleki Tersangka Utama
Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 21:37

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:03

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Senin, 10 Juni 2024 - 13:16

Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum

Minggu, 12 November 2023 - 16:16

Satu Jiwa Tolak Korupsi, Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro

Rabu, 6 Juli 2022 - 23:21

PPDB SMKN Tuban – Bojonegoro Resmi Ditutup, 1109 Bangku Tak Terisi

Jumat, 27 Mei 2022 - 13:05

Orang Tua Wali Murid Pertanyakan Uang Tabungan dan Uang Kunjungan Industri Yang Belum Dikembalikan

Rabu, 25 Mei 2022 - 12:02

IKA SMP Negeri 2 Bojonegoro Mulai Bangun Mushola di SMPN 2

Selasa, 24 Mei 2022 - 18:00

Pungutan Kepada Siswa Melalui Komite Itu Tidak Dibenarkan

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32