oleh

PPDB SMA/SMK 2021-2022 Dilakukan Secara Online

BOJONEGORO. Netpitu.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bojonegoro segera dimulai. Seleksi PPDB Tahun Ajaran 2021/2022 sekarang ini sudah dalam tahap sosialisasi dimasing-masing Kabupaten dan Kota yang ada di Propinsi Jawa Timur.

“Hari ini, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro Wilayah Bojonegoro Tuban adakan sosialisasi PPDB dengan Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro yang dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Bojonegoro”, ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro Tuban, Adi Prayitno, Jum’at (09/4/2021).

Adi Prayitno menjelaskan, ini perintah langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur bahwa harus segera disosialisasikan tentang mekanisme seleksi PPDB jenjang SMA dan SMK Tahun Ajaran 2021/2022. Saat ini Pemerintah masing-masing wilayah sudah memfasilitasi warganya untuk melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru semua jenjang pendidikan.

“Seleksi PPDB jenjang SMA dan SMK Tahun Ajaran 2021/2022 dilakukan secara online melalui web portal resmi yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. itus ini dipersiapkan sebagai pengganti pusat informasi dan pengolahan seleksi data siswa peserta PPDB periode 2021/ 2022 secara online real time process untuk pelaksanaan PPDB Online”, jelas Adi Prayitno.

Dikatakan pula oleh Adi Prayitno bahwa telah diterbitkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Mengenai PPDB yaitu untuk TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Mengacu pada Juknis PPDB SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, Yang diatur dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021.

Ditempat yang sama, Lena selaku Kasi SMK Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro Tuban mengatakan, untuk seleksi Peserta PPDB SMK di Kabupaten Bojonegoro Tahun Ajaran 2021/2022 berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun ini PPDB SMK menerapkan sistem Zonasi.

“Zonasi yang diterapkan yaitu 10 persen dari jumlah siswa yang diterima pada kelas X SMK”, kata Kasi SMK Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro Tuban.

Menurutnya, pihak SMK harus memprioritaskan calon peserta didik baru yang berdomisili terdekat dengan sekolahan dengan jumlah 10 persen dari jumlah siswa yang diterima atau daya tampung disekolah tersebut.

“Dalam SE tersebut juga diatur hal-hal yang bisa terjadi saat PPDB. Maka sekolah wajib berkoordinasi bila sudah memasuki tahapan PPDB ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro Tuban”, pungkas Lena.

(Pur)