oleh

Bakesbapol Tuban Selenggarakan Bimtek Deteksi Dini Anggota FKDM

TUBAN. Netpitu.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kabupaten Tuban mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Deteksi Dini, Cegah Dini dan Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Tuban Tahun 2018, Selasa (08/05/18).

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kridha Manunggal ini dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Teguh Setyobudi.

Dalam sambutannya, Teguh menyampaikan, tahun ini adalah tahun politik yang penuh dengan tantangan.

Mengingat maraknya problematika sosial, ekonomi, politik, hukum dan keamanan yang masih terus bergulir di Tuban, apalagi sebentar lagi sudah memasuki Pilkada tahun 2018.

“Hal ini bisa berimplikasi terhadap kondisi keamanan, dan ketertiban di tengah masyarakat terutama di saat memasuki tahun-tahun politik seperti ini,” ungkap mantan Kabag Humas Pemkab Tuban tersebut kala ditemui media ini diruang kerjanya, Rabu, (09/05/2018).

Baca Juga :  Donor Darah Dinas Kehutanan Jatim, Perhutani KPH Parengan Sumbang Pendonor Terbanyak

Sambungnya dia menjelaskan, untuk itu perlu adanya penguatan fungsi aparatur pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Sangat penting agar menjadi bekal dalam rangka usaha mewujudkan kondisi daerah yang sejuk.

Peningkatan wawasan dan ketrampilan dalam melakukan deteksi dini, cegah dini, serta kemampuan mengolah, menganalisa sumber-sumber informasi dan data intelijen sangat berguna untuk mereduksi potensi konflik di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Donor Darah Dinas Kehutanan Jatim, Perhutani KPH Parengan Sumbang Pendonor Terbanyak

“Juga berguna meminimalisir dampak konflik sosial yang mungkin sedang terjadi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ASN senior di lingkungan Pemkab Tuba ini juga mengungkapkan, pentingnya peran aparatur pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan pemuda serta satuan perlindungan masyarakat memiliki peran serta yang sangat vital dalam proses tersebut.

Beberapa diantaranya yang harus kita waspadai yaitu isu-isu yang bersifat SARA, upaya adu domba dan pecah belah umat beragama, dan masyarakat, maraknya ujaran kebencian atau provokasi melalui media sosial, melemahnya toleransi atau musyawarah dan problematika ekonomi dan penegakan hukum yang terus menimbulkan diskursus ditengah-tengah masyarakat.

Baca Juga :  Donor Darah Dinas Kehutanan Jatim, Perhutani KPH Parengan Sumbang Pendonor Terbanyak

Hal tersebut sangatlah mungkin dapat berpotensi memunculkan gesekan, dan ketegangan apalagi di saat tahun politik seperti ini.

“Makanya Kita berkewajiban harus andil mengantisipasidan mewaspadai bersama dengan kebersamaan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik akan menghadirkan sinergisitas yang terarah dan efektif guna mewujudkan kondusifitas.

Dia tambahkan, perlu adanya kemitraan melalui Forum Kewaspadaan Dini (FKDM). Masyarakat dapat memberikan kontribusi positif demi terwujudnya ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat di dalam hal informasi dan deteksi dini. Termasuk kemitraan di bidang kerukunan antarumat beragama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

(gio)