Pilkada Jatim, Pertarungan Saudara Kembar, Siapa Menang ?

- Tim

Sabtu, 9 Juni 2018 - 10:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sebulan menjelang Pilkada Gubernur Jawa timur yang menampilkan dua kandidat warga Nahdliyin, Khofifah Indarparawansa – Emil Dardak dan Syaifullah Jusuf – Puti Guntur Soekarno, masih menunjukkan gambaran yang sulit ditebak. Siapa dari kedua pasangan tersebut yang akan memenangi Pilkada Jatim 2018.

Lantaran, sebagaimana hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Charta Politika, 23 – 29 Mei 2018 menunjukka hasil elektabilitas kedua pasangan masih relatif seimbang, Khofifah-Emil Dardak sebesar 44,6 persen, dan Saifullah Jusuf – Puti Guntur Soekarno sebesar 43,8 persen.

Angka kedua pasangan masih dalam rentang margin of error plus minus sebesar 2.83 persen. Artinya, tidak ada dari keduanya yang terbilang unggul. karena yang tidak tahu dan tidak menjawab ternyata sebesar 11,6 persen.

Dilihat dari penguasaan wilayah, kedua pasanganpun relatif berimbang. Khofifah-Emil Dardak menguasai wilayah Mataraman, Mataraman Pesisir, dan Madura. Sementara pasangan Gus Ipul-Puti menguasai wilayah Arek dan Tapal Kuda.

Disisa 17 hari menjelang Pilkada ini kedua pasangan makin gencar menebar pesona merebut simpati 11,6 persen pemilih yang belum menetukan pilihannya. Kedua pasanganpun juga saling menajamkan program – program yang diusung jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Tingginya prosentase pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voters ) atau tidak tahu akan menjatuhkan pilihannya kepada pasangan gubernur mana yang akan dipilihnya pada 27 Juni mendatang, menunjukkan tidak tersosialisasikannya Pilkada ke masyarakat secara baik dan masif.

Hal ini disebabkan karena ketatnya peraturan KPU yang mengatur pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada bagi pasangan calon. Pembatasan alat peraga sebafai media sosialisasi ke masyarakat menjadi penyebab kurangnya masyarakat mengetahui adanya Pilkada.

Baca Juga :  Demi Proyek Bansos Jelang Lengser Bupati

Terlebih di Pilkada serentak 2018 ini beberapa Kabupaten juga menyelenggarakan pemilihan kepala daerahnnya. Sehingga sosialisasi pasangan calon lebih gencar dilakukan oleh Paslon dan Timses pemenangan Bupati/ wakil Bupati dan Walikota/ Wakil Walikota.

Akibatnya baik pasangan calon maupun tim sukses pemenangan calon tidak leluasa dan secara masih mempromosikan calin Gubernur/ Wakil Gubernur yang didukungnya.

Kendala lain yang nampak jelas adanya perbedaan partai pengusung Calon antara Calon Kepala daerah Kabupaten/ Kota dan calon Kepala daerah Provinsi.

Seperti, pasangan Gubernur Syaifullah Jusuf – Puti Guntur Soekarno, yang diusung PKB dan PDI Perjuangan di tingkat Provinsi juga mendapat dukungan dari Partai Gerindra dan PKS.

Baca Juga :  Apakah Drama Hukum Tiga Kades di Bojonegoro Terkait Pilkada. Waspadalah...Waspadalah..!

Namun di Pilkada Kabupaten ( Bojinegoro ) partai Gerindra berkoalisi dengan PPP mendukung pasangan Cabup Basuki dan PKS mendukung pasangan Soehadi Moelyono- Mitroatin.

Tentu saja hal ini menjadikan kerja partai tidak maksimal lantaean kekompakan kerja koalisi partai yang terbangun hanya setengah- setengah. Mau tak mau posisi popularitas dan elektabilitas pasangan calonpun menjadi tidak aman.

Hal lain yang mempengaruhi tidak adanya pasangan calon yang lebih unggul signifikan adalah tidak adanya fenomena alam yang mendorong rakyat secara serentak membetikan dukungan secara sukarela.

Lantas sejauh mana pengaruh elektabilitas pasangan Cagub-Cawagub Jatim ini terhadap pasangan Cabup-Cawabup Bojonegoro ?.

Hal tersebut akan kami sajikan dalam tulisan opini berikutnya.

Opini Ditulis Oleh : Imam Mukhlas. SH. MH.
Penulis adalah Ketuan Lembaga Bantuan Hukum “KINASIH” Bojonegoro

Berita Terkait

Demi Proyek Bansos Jelang Lengser Bupati
Pers Pencasila dan Jurnalisme Patriotik
PKL Berbasis Proyek Solusi Alternatif Di Masa Pandemi Untuk SMK
Opini : Kebijakan Satu Pintu di Kantor Disdik Bojonegoro. Apa Maksudnya ?
Pilkada Tuban “Pertarungan 2 Raja”
Pancasila Dalam Perjuangan “Keadilan”
Pesta Di Tengah Bancana “Tante Mer”
Pilkades : Pilih Pemimpin Atau Pejabat