Gus Mus : Pengurus PBNU Jangan Bicara Politik Praktis di Kantor NU

- Team

Kamis, 9 Agustus 2018 - 13:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Netpitu.com – KH Mustofa Bisri (Gus Mus) angkat bicara, terkait steatment, ketua PBNU, Robikin Emhas, yang seolah-olah bernada ancaman terhadap Joko Widodo, apabila tidak menjadikan Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Jokowi.

Gus Mus dalam akun teewternya mentweet, “Para pengurus/pemimpin NU yang harus bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan-pernyataan; terutama bila berkaitan dengan politik praktis. Dan sebaiknya tak usah bicara politik praktis di kantor NU. Bukan tempatnya ” tulis Gus Mus dalam akun Twitternya @gusmusgusmu Kamis (9/8/2018).

Baca Juga :  KPK Lakukan Upaya Penangkapan Pada Setyo Novanto

Kiai kharismatik yang menjadi Rais Aam PBNU itupun mengingatkan agar para pengurus dan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) untuk berhati-hati dalam memberi pernyataan terkait politik praktis. Gus Mus mengingatkan PBNU agar tidak bicara politik praktis di kantor PBNU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, sejumlah elite NU yang terdiri dari Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin, Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, dan sejumlah tokoh lain, Rabu (8/8) melakukan pertemuan di Kantor PBNU.

Baca Juga :  Berjibaku Melawan Medan Alam Demi Kotak Suara Pemilu

Robikin dalam pernyataannya kepada pers mengatakan tidak memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan calon di Pilpres jika Cawapres bukan dari kader NU.

“Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya,” kata Ketua PBNU Robikin Emhas, di PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakpus, Rabu (8/8).

Baca Juga :  LHP BPK Itu Dokumen Publik, Anggota DPRD dan Masyarakat Berhak Tahu

Mahfud Md, yang disebut-sebut menjadi cawapres terkuat, disebut Robikin bukanlah kader NU.

“Itu sudah dibicarakan berkali-kali tidak termasuk yang disebut,” kata Robikin menjawab pertanyaan apakah Mahfud Md termasuk tokoh yang diterima oleh PBNU.

(*/ams)

Berita Terkait

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )
408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun
Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun
Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera
Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat