Abidin Fikri Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Kasiman

- Team

Minggu, 9 September 2018 - 21:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Keberagaman bangsa Indonesia adalah anugerah ALLAH SWT maka kita semua mesti bersyukur karena itulah kekayaan dan kekuatan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Nur Haminto, di hadapan peserta sosialisasi 4 pilar MPR RI, di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Minggu (9/9).

Menurut Nur Harminto, bangsa Indonesia harus memahami kembali prinsip Kebangsaan yang disampaikan Bung Karno pada 1 Juni 1945.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahwa kita mendirikan suatu negara kebangsaan Indonesia yang bulat. Bukan kebangsaan Jawa, Sumatera, Borneo, Sulawesi, tetapi kebangsaan Indonesia. Bukan Negara untuk satu orang, satu golongan, tetapi Negara semua buat semua,” katanya.

Baca Juga :  Beoperasi Tanpa Ijin, Satpol PP Akan Tindak Tegas PT Clarian Indonesia

“Keberagaman suku, agama dan ras adalah anugerah yang harus disikapi dengan semangat saling menghargai hak masing-masing warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan negara. Hal itu senafas dengan UUD NRI 1945 yang menjadi pegangan konstitusi semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan MPR RI, H. Abidin Fikri, S.H., M.H. mengatakan, kini segenap anak bangsa harus kembali menginsyafi Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945.

Baca Juga :  Gantikan Tri Astutik, Yuanita Fokus Program Kesejahteraan Rakyat

Bahwa, persatuan Indonesia adalah sikap kebangsaan yang saling menghormati keberagaman bangsa Indonesia; dan menegaskan bahwa persatuan Indonesia bernafaskan semangat kebangsaan yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia yang senasib dan sepenanggungan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Abidin juga menyampaikan bahwa, kini kita semua harus memahami bahwa pada proses kelahiran hingga ditetapkan sebagai dasar negara, Pancasila adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Mulai dari Pidato Kelahiran Pancasila 1 Juni oleh Bung Karno di hadapan sidang BPUPK, Piagam Jakarta 22 Juni dan rumusan finalnya pada 18 Agustus 1945 itu semua satu kesatuan. Sejak itu Pancasila sudah final disepakati sebagai Dasar Negara.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Tarik Wisata Bumdes Akan Dapat Suntikan Modal Rp 100 Juta

“Maka itu upaya untuk memisahkan satu kesatuan proses tersebut adalah upaya yang ahistoris, kita harus memahami bahwa meskipun urut-urutan sila Pancasila 1 Juni hingga 18 Agustus mengalami perubahan urutan. Namun makna dan maksudnya tidak berbeda dari nilai-nilai Pancasila yang dijiwai oleh Pidato Bung Karno pada 1 Juni,” tegas Abidin.

(rd/*)

Berita Terkait

Bupati Tuban Izinkan Karantina Wilayah Desa Episentrum Covid19
Kapolres Tuban Sosialisasikan Physical Distancing di Perumahan Padat Penduduk
Bupati Huda Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Ketika Bupati Anna Muawanah Menikmati Lomba Kicau Burung
Udek, Uniknya Tradisi Warga Desa Turigede Lakukan Sedekah Bumi
Komisi VII DPR RI : Sumur Minyak Tradisional Potensi Tambah Lifting Minyak
Peringati Hari TNI, Persit KCK Gelar Menghias Lomba Nasi Tumpeng
Pameran IBD EXPO 2018 Perhutani Masih Andalkan Pendapatan Dari Penjualan Kayu Glondong