oleh

Tak Mau Kalah Dengan Bupati, Ketua DPRD Bojonegoro Ini Genjot Kunker Luar Daerah Meski Masih Pandemi Covid

-BERITA-75 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Seolah tak mau kalah dengan bupati dalam penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Bojonegoro, Sholikin, gencar melakukan Kunjungan Kerja ( Kunker ) ke luar daerah untuk menambah pundi-pundi pendapatannya di luar gaji dan tunjangan yang diterimanya setiap bulan.

Dalam catatan rekapitulasi perjalanan dinas dalam daerah dan luar daerah ketua DPRD Bojonegoro, Imam Sholikin, selama 1 tahun anggaran 2020 saja mencapai sekitar Rp. 625.609.458,-.

Padahal, seprrti diketahui, tahun 2020 merupakan tahun awal dimana pemrrintah mengumumkan terjadinya wabah virus Corona sehingga pejabat negara dan pemerintah dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah dan luar negeri. Himbauan ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penularan virus dari luar dan dalam daerah yang dibawa oleh tamu pengunjung dari luar.

Sekilas memang tidak ada yang luar biasa dalam rangkuman Perdin ini. Tapi jika diperhatikan barulah terlihat kejanggalan. Lantaran perjalanan dinas yang dilakukan oleh ketua DPRD ini dilakukan terus-menerus, seperti orang dikejar target pendapatan. Bak istilah di sosial masyarakat, Gas pol…, Rem blong…..

Pada Januari 2020, dalam catatan rangkuman perjalanan dinas dalan dan luar daerah yang susun oleh GusRis Foundation, ketua DPRD Bojonegoro, melakukan 8 kali perjalanan dinas. Dengan rincian, 7 kali perjalanan dinas ke luar daerah dan 1 kali perjalanan dinas ke dalam daerah. Sedangkan nilai anggaran keuangan daerah yang disrrap Rp. 92.689.050,-. Waktu kunjungan kerja 20 hari di luar daerah dan sehari di dalam daerah.

Di bulan Februari 2020, ketua DPRD Bojonegoro melakukan 6 kali perjalanan dinas ke luar daerah dan 1 kali perjalanan dinas ke dalam daerah wilayah Bojonegoro, dengan nilai anggaran Rp.81.710.000,-. Kunjungan kerja luar daerah terhitung selama 18 hari kerja dan satu hari kerja di dalam daerah.

Bulan Maret 2020, dimana awal masa pandemi Covid19 diumumkan oleh Presuden Joko Widodo, menjadikan kegiatan kunjungan jerja DPRD mengalami masa suram. Kegiatan Kunker ke luar daerah pun dilarang dan dibatasi. Sehingga mempengaruhi intensitas jumlah perjalanan dinas luar daerah ketua DPRD Bojonegoro. Selama Maret 2020, Kunker hanya dilakukan sebanyak 3 kali, dengan serapan jilai anggaran Rp. 42.338.308,-. Kunjungan kerja keluar daerah ini terhitung selama 9 hari kerja.

Bulan April, ketua DPRD, Sholikin, di bulan ini tercatat hanya melakukan 3 kali Kunker di dalam daerah. Nilai anggaran yang diserap pun cukup relative kecil, yakni Rp. 3.600.000,-.

Selanjutnya di bulan Mei, ketua dewan perwakilan rakyat Bojonegoro hanya melakukan 2 kali perjalanan dinas dalam daerah Bojonegoro. Dengan nilai anggaran Rp. 2.400.000,-.

Dua bulan berturut-turut memperoleh hasil minim dari perjalanan dinas akibat pandemi Covid19. Membuat DPRD Bojonegoro nekad menjadwalkan kembali Kunker ke luar daerah.

Dan Juni 2020, ketua DPRD kembali melaksanakan Kunker ke luar daerah sebanyak 5 kali dan satu kali perjalanan dinas di dalam daerah. Jangka waktu Kunker luar daerah selama 14 hari dan 1 hari Kunker dalam daerah. Dengan nilai anggaran Rp. 46.847.000,-, untuk alokasi anggaran yang diserap ketua DPRD Bojonegoro.

Ternyata di bulan berikutnya, jumlah nilai anggaran yang diserap ketua DPRD selama pandemi Covid 19 ini terus merambat naik.

Juli 2020, ketua DPRD melakukan Kunker ke luar daerah sebanyak 6 kali dan 1 kali Kunker dalam Kabupaten Bojonegoro. Dengan jumlah hari Kunker yang dibukukan selama 17 hari di luar daerah dan sehari di dalam daerah. Dengan nilai anggaran Rp. 57.853.000,-

Pada Agustus 2020, nilai anggaran untuk Kunker ketua DPRD ini naik lagi menjadi Rp. 62.585.900,-. Dengan rincian penggunaan 16 hari Kunker di luar daerah dengan 6 kota tujuan dan 1 kali dalam sehari Kunker dalam daerah Bojonegoro.

Kemudian selama September 2020, ketua DPRD Bojonegoro ini melakukan Kunker ke luar daerah sebanyak 4 kali dengan waktu selama 12 hari. Nilai anggaran yang diserap Rp. 43.177.000,-.

Oktober 2020, ketua DPRD kembali melaksanakan Kunker luar daerah sebanyak 4 kali dengan durasi waktu selama 12 hari dan 1 kali selama hari Kunker di dalam Kabupaten Bojonegoro. Dengan nilai anggaran yang diserap Rp. 38.230.400,-.

Selanjutnya Nopember 2020, ketua DPRD, Sholikin, ini juga genjot perjalanan dinas ke luar daerahnya dengan mendatangi 7 kota selama 21 hari kerja dan 3 Kunker dalam 3 hari di dalam wilayah Kabupaten Bojonegoro, Total 24 hari kerja dalam Nopember dipergunakan untuk Kunjungan kerja. Terus kapan waktu untuk rakyatnya. Tital anggaran Perdin selama Nopember 2020 yang diserap ketua DPRD Rp. 84.237.000,-

Sedangkan untuk Desember 2020, ketua DPRD Bojonegoro, Sholikin, yang berasal dari Fraksi PKB ini, melakukan 6 kali kunjubgan kerja dengan lama waktu 17 hari, dan pada Desember 2020 Sholikin juga melakukan Kunker di Bojonegoro sebanyak 1 kali. Total hari kunker 18 hari kerja, dengan nilai anggaran Rp. 69.941.000,-.

Direktur Gus Ris Foundation, Agus SusantonRismanto, dalam menanggapi padatnya kunjungan kerja yang dijadwalkan oleh ketua DPRD Bojonegoro itu, mencerminkan tidak dimilikinya sense of crysis para wakil rakyat yang sekarang duduk di kursi parlemen tersebut.

“Kondisi tahun 2020 itu kan pandemi Covid 19, dimana rakyat berteriak karena kondisi ekonomi mereka menjadi terpuruk dan serba kekurangan,” kata Agus Susanto Rismanto, kepada netpitu.com, Selasa, 9 Nopember 2021.

Mantan anggota DPRD Bojonegoro itu pun mengatakan bahwa seluruh data yang disampaikannya merupakan data valid dan A1.

Ia pun mengingatkan pada anggota dewan Bojonegoro agar tidak memanfaatkan besarnya APBD Bojonegoro untuk plesiran. Tapi lebih digunakan untuk mensejahterakan rakyat dan memberikan pelayanan pembangunan kepada masyarakat secara maksimal. Baik di bidang sosial ekonomi, pendidikan, infrastruktur dan pelayanan pemerintah lainnya.

Baca Juga :  Koramil Dander Lakukan Perbaikan Tanggul Ngunut

Agus pun menyayangkan sisa agenda Kunker akhir tahun 2021 yang sekarang ini kesannya dipaksakan harus terealisasi. Apalagi Bojonegoro minggu lalu juga tengah mengalami duka cira karena ada perahu yang terguling dan mengakibatkan korban nyawa.

“Mbok mending anggota dewan itu memaksimalkan pengawasannya dalam pembangunan proyek jembatan Kanor -Rengel agar segera selesai tepat waktu, timbang Kunker tiap hari,” tandas Agus Susanto Rismanto.

( ro )