oleh

EMCL Bakal Bangun Pipa Lagi Sepanjang 16 Km

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sejumlah pejabat Camat, Koramil, Polsek, dan Desa, Rabu (9/5) mengikuti sidang Addendum (Perubahan) Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup – Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL – RPL) untuk rencana integrasi pengembangan Migas Blok Cepu dari sumur minyak Kedung Keris (KDK) ke Lapangan Migas Banyu Urip.

Selain itu hadir pula Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selaku pemrakarsa, dan juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro

Sidang berlangsung di ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, dipimpin oleh Ary Sudijanto, selaku Ketua Tim Teknis Komisi Penilai AMDAL Pusat, sekaligus Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, sidang addendum ini telah menyepakati beberapa hal diantaranya, membangun jaringan pipa baru sepanjang 16 KM, dengan besar pipa 8 inci. Disepanjang 14 KM pipa ditanam dilahan milik EMCL, dan 2 KM menggunakan tanah milik warga yang saat ini sedang tahap pembebasan.

“EMCL akan membangun jaringan pipa baru sepanjang 16 KM untuk mengalirkan minyak mentah dari sumur KDK di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, menuju pusat fasilitas pemerosesan (Central Processing Facility / CPF) Lapangan Banyu Urip di Kecamatan Gayam. Karenanya, diharapkan EMCL dalam pembebasan tanah milik warga memberikan harga yang layak dan menguntungkan warga,” harapnya.

(dan)