oleh

Pasangan Calon Pengantin Ini Bantah Bermesraan Saat Didatangi Satpol

BOJONEGORO. Netpitu.com – Berita soal pasangan muda-mudi bermesraan dikanar kost digrebek Satpol PP, Kamis, (07/05/2020), dibantah oleh kedua pasangan calon pengantin yang saat itu berada di kamar kost.

Mochamad Nurkhozin, (26), memberikan penjelasan terkait berita yang beredar tentang pasangan bermesraan di kamar kost saat digerebek Satpol PP tersebut.

Menurut Nurkhozin, berita tersebut sangat tidak benar, karena fakta yang ada tidak seperti itu.

Dikatakan Nurkhozin, saat didatangi petugas Satpol PP dirinya memang tengah berada di kamar kost bersama Dita Andriyani (22), calon isteri Nurkhozin. Saat itu kedatangan Dita ke tempat kostnya untuk meminjam laptop guna mengerjakan tugas kuliah.

“Jadi tidak benar kalau mereka sedang bermesraan,” jelas Nurkhozin.

Lebih lanjut dikatakan Nurkhozin, bahwa dirinya setiap malam mengantarkan calon isterinya itu pulang ke rumahnya di Dsa Babad, Kecamatan Kedungadem. Jadi dipastikan mereka berdua setiap hari bertemu.

Hubungan pasangan kekasih ini juga telah mendapat restu dari orang tuanya, dan kedua orang tua pasangan sudah saling melamar. Rencananya, muda-mudi ini akan nikah di bulan ini. Tetapi karena terjadi bencana pandemi corona dan Kemenag menutup pendaftaran pencatatan nikah maka rencana petnikahannya pun diundur.

Terpisah, ayah Dita Andriyani, Riwahono, (50), mengatakan tidak percaya dengan pemberitaan itu. Karena ia mengetahui persis bagaimana perilaku anaknya dan calon menantunya, Nurkhozin.

“Nyatanya kan tidak ada bukti bahwa mereka sedang bermesraan dalam kamar,” papar Riwahono.

Kalaupun mereka diperiksa petugas Satpol PP itu memang sudah menjadi tugas Satpol untuk melakukan pendataan administratif.

“Hal yang wajar dan normatif,” tandas Riwahono. Jadi, jangan selalu dianggap ada kesalahan atau pelanggaran, ibumh Riwahono.

Sementara itu, Imam Rasidi (47), paman Mochamad Nurkhozin, juga membantah tegas berita putra-putrinya bermesraan saat digerebek Satpol PP di rumah kos Jalan Panglima Sudirman 131 Kecamatan Bojonegoro.

Menurutnya, berita itu telah merugikan pihak keluarga dan pasangan calon pengantin tersebut. Padahal keduanya hanya bertemu biasa dan karena ada kepentingan pinjam laptop maka mereka harus mengambil laptopnya di rumah kost.

Dita, yang ditemui netpitu.com, di rumahnya mengatakan, dirinya dan Nurkholis hanya ditanya tentang data pribadi, seperti nama dan alamat.

“Pemeriksaan berlangsung cepat, hanya 15 menit. Setelah itu disuruh pulang,” terang Dita.

“Berarti tidak terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan di dalam rumah kos,” katanya lebih lanjut.

Dikatakan Dita, saat meminjam laptop komputer milik calon suaminya untuk tugas kampus, kondisi pintu kamar kos terbuka. Saat dirinya pergi ke kamar mandi, pintu kos ditutup oleh calon suaminya. Bersamaan dengan itu datang Satpol PP, yang kemudian membawa dirinya dan calon suaminya ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pemeriksaan.

Dikatakan oleh pasangan kekasih itu, mereka sangat menyayangkan tuduhan yang telah tersebar hingga menganggu aktifitasnya dalam tiga hari ini belakangan ini.

Baik Dita maupun Nurkhozin, meminta masyarakat untuk melihat persoalan lebih jelas dan benar. Sehingga tidak menuduh dengan tuduhan yang tidak manusiawi.

(yon)