oleh

Resmikan Kampung Tangguh, Bupati Tuban Soroti Lumbung Pangan

TUBAN. Netpitu.com – Keberadaan lumbung pangan menjadi salah satu elemen penting terwujudnya Kampung Tangguh Semeru.

Begitu pula dengan didirikannya 6 Kampung Tangguh Semeru di 6 Kecamatan di Kabupaten Tuban.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Tuban, H. Fathul Huda saat meresmikan salah satu Kampung Tangguh Semeru di desa Mlangi, Widang, Rabu (10/06/2020) yang dihadiri Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., SH.,MH, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, H.M. Miyadi S.Ag.,MM, Kasdim 0811/Tuban, Mayor Arh Teguh Prasetyo Wasis dan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban beserta anggota.

Bupati Tuban menyampaikan keberadaan lumbung pangan di Kampung Tangguh Semeru untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan primer.

Pada lumbung pangan setidaknya terdapat bahan pokok seperti beras, minyak, telur dan gula. Bila memungkinkan dapat ditambah dengan kebutuhan lainnya.

Produksi beras di Kabupaten Tuban, lanjut Bupati, tergolong melimpah dan berkualitas. Produksi beras melimpah dan berkualitas mengantarkan Kabupaten Tuban termasuk dalam 6 daerah yang menjadi lumbung pangan di Jawa Timur dan Nasional. Salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian padi melimpah adalah Kecamatan Widang.

“Capaian ini harus disyukuri dan terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Hasil pertanian kecamatan Widang menjadi salah satu penyokong produksi beras dan lumbung padi di Kabupaten Tuban.

Lebih lanjut, saat ini Pemkab Tuban terus menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada warga terdampak Covid-19.

Distribusi bantuan sosial tersebut harus dikawal dan dipantau agar tepat sasaran. Kepala Desa beserta perangkat desa setempat diminta mendata warganya yang berhak dan belum mendapatkan bansos.

Bupati menegaskan agar bantuan yang diserahkan harus berkualitas baik, salah satunya beras. Jika ditemukan beras yang kurang berkualitas, masyarakat diminta segera laporkan ke Camat agar secepatnya ditindaklanjuti.

Bupati dua periode ini menyatakan penanganan Covid-19 harus dilakukan bersama-sama mulai tingkat Kabupaten hingga Desa. Keberadaan Kampung Tangguh Semeru diharapkan bekerja dengan maksimal guna memutus rantai penyebaran covud 19.

Masyarakat juga diminta untuk taat anjuran dari Pemerintah. Sosialisasi harus terus dilakukan melalui berbagai media yang ada.

“Harapannya, upaya pencegahan yang dilakukan secara masif dan bergotong-royong dapat memutus penyebaran Covid-19 di Bumi Wali,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., SH.,MH., mengungkapkan berdirinya Kampung Tangguh Semeru bukan hanya serimonial saja. Lebih dari itu, hadirnya Kampung Tangguh Semeru dapat berkegiatan dengan maksimal dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Didirikannya Kampung Tangguh Semeru di tiap kecamatan dapatnya menjadi contoh bagi desa sekitarnya.

Kampung Tangguh Semeru menjadi percontohan dari beberapa aspek, seperti lumbung pangan, kesehatan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, sebagai stimulan untuk saling mengingatkan dan mendisiplinkan antar warga.

“Saat ini per kecamatan satu kampung, kedepannya dapat dikembangkan di desa lainnya,” terangnya.

Kepala Desa Mlangi, Siswarin, menyebutkan di Desa Mlangi sempat ada satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Selanjutnya, warga tersebut diarahkan untuk dirawat dan diperiksa sesuai protokol kesehatan.

“Setelah menjalani serangkaian perawatan, Alhamdulillah sudah mengikuti pemeriksaan tim medis hasilnya negative,” ujarnya.

Siswarin mengungkapkan Pemdes Mlangi bekerja sama dengan warga dan pemuda untuk mewujudkan kampung tangguh Semeru, mendukung Pemkab Tuban dalam mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tuban.

Pada kesempatan ini, Bupati Tuban bersama Forkopimda Tuban didampingi Camat, Forkopimka, dan Kepala Desa ini meninjau sejumlah fasilitas pendukung Kampung Tangguh Semeru desa Mlangi. Juga dilakukan simulasi sosialisasi Covid-19 dan penjemputan warga.

(met)