oleh

Peringati Hari Pahlawan, Jangan Lupakan Sejarah

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ratusan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, aparat keamanan baik TNI, Polri, dan Jajaran Pegawai Negeri Sipil, Jum’at (10/11) pagi tadi tampak khidmat mengikuti pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada setiap tanggal 10 Nopember.

Upacara yang digelar di Alun-Alun Kota Bojonegoro ini dipimpin oleh inspektur upacara, Bupati Bojonegoro, Dr. Suyoto, Msi, bertindak selaku komandan upacara yakni Kapten Infanteri Abdul Karim Danramil Kasiman. Sedangkan pembaca pesan pahlawan adalah Abdul Jalil Guru SMAN 1 Bojonegoro dan dari SMAN MT Bojonegoro serta Pembukaan UUD 1945 Ahmad Abdul Yani dari Dinas Kominfo.

Baca Juga :  16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan

Suyoto mengatakan peringatan hari pahlawan diharapkan dapat memperkokoh cita cita kebangsaan kita.

Pesan luar biasa dari pahlawan Proklamasi bung Karno mengingatkan agar jangan melupakan sejarah, jangan pernah melupakan pelajaran yang diberikan pahlawan.

Pelajaran terpenting adalah persatuan untuk memperkokoh bangsa. Persatuan dan membangun adalah kunci membuat bangsa indonesia sanggup melampui ego dan kapasitasnya.

Baca Juga :  16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan

Dua pahlawan yakni Gubernur Suryo dan Pangeran Diponegoro memiliki kedekatan dengan Bojonegoro, mereka tidak menyebut suku dan agama namun menyebut keindonesiaan.

Ketika Indonesia tahun 1965 rakyat kita bersatu lagi karena spirit kebangsaan mampu bangkit, saat kita transisi dari era otoriter ke demokrasi banyak pihak yang pesimis, namun bangsa kita mampu berdiri tegak menjadi 20 besar bangsa di Indonesia.

Dalam.kancah inyernasional kita terlibat dalam perdamaian dunia. Memang benar apa yang dikatakab Bung Karno bahwa kedepan kita akan menghadapi musuh yang lebih besar yakni bangsa kita.

Baca Juga :  16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan

Humanis kita adalah persatuan, bangsa kita bisa besar jika mengedepankan musyawarah. Bangsa kita juga akan besar jika memiliki nilai spiritualisme yakni ketuhanan yang maha esa.

Bung karno menjelaskan bahwa ringkasan makna pancasila adalah gotong royong, kita akan mampu berdiri jika saling menolong dan berbagi yang mengedepankan kemanusian.

(Dan)