oleh

Kontraktor Hengkang, Proyek Pembangunan Gedung SDN di Tuban Mangkrak

TUBAN. Netpitu.com – Proyek pembangunan gedung SDN Mulyorejo dan pembuatan WCK di SDN Tunggulrejo Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terbengkalai ditinggal rekanan dan pemborong serta pekerjanya.

Pembanguan ruangan SDN Mulyorejo Singgahan Tuban, memasuki bulan Desember masih terlihat amburadul tidak mengikuti standar struktural kontruksi sebuah bangunan gedung sekolah idealnya.

Dasar itu dapat di lihat pemasangan pondasi yang dilakukan rekanan pemborong tidak sesuai strandar ukuran bangunan sekolah dengan tinggi 4 meter. sedangkan, paku bumi berkedalaman 1 meter dan pondasi di buat dari bata merah.

Di lokasi pembangunan SDN Mulyorejo Singgahan Tuban, menurut pekerja yang meninggalkan proyek, adannya ketidak sesuaian pengerjaan mulai pembuatan paku bumi (traosse) di ukuran semula berkedalaman 2 meter hanya dibuat 1 meter.

Pada pemasangan batu pondasi standarisasi menggunakan batu brongkol, di SDN Mulyorejo, lokasi bangunan pondasi menggunakan bata merah. Sehingga hal ini, saat berdirinya bangunaan sekolah tiga ruang dengan spesifikasi bangunan tinggi 4 meter, pondasi dasar (traosse) 1 meter dan batu bata, tidak mungkin dapat menahan kultur gerak tanah pada ahirnya mengancam keselamatan jiwa anak – anak sekolah SDN tersebut.

“Sudah dua minggu belakangan di biarkan mangkrak akibat para pekerja tidak terbayarkan upahnya. Kami pilih berhenti meneruskan,” ujar Aripin, Selasa (10/12/2019).

Pembangunan SDN Mulyorejo, idealnya di dalam Grand desain awal panjang bangunan 22 meter, 65 centimeter, lebar bangunan 7,15 centimeter dikerjakan CV Dwiputra sebagai pemenang lelang tender proyek tersebut.

“Banyak pekerja tidak mendapatkan upah bayaran, terkadang rombongan pekerja. Di suruh oper pindah tempat (proyek) lain,” sambungnya.

Sementara di tempat lain, SDN Tunggulrejo, Kec. Singgahan, Kab. Tuban, sebuah pembangunan kamar mandi (MCK) yang di kerjakan oleh CV Jatipermata juga terlihat mangkrak terbengkalai.

Hal itu lantaran bangunan panjang 180 centimeter, lebar 150 centimeter, ketinggian 3 meter, sudah semingguan di tinggal pemborong dan pekerjanya.

Di tenggarahi pembangunan MCK itu, satu rangkaian di pemiliki satu orang pengembang.

Meski, rekanan berbeda – beda nama CV yang memenangkan tender lelang proyek yang bersumber dari APBD 2019 Tuban .

“Proyek itu, bos sama sebagai pemenang tenderan lelang awal proyek – proyek daerah,” imbuh Aripin.

Seringnya gonta – ganti pemborong dan pekerja karena tidak terbayarkan upahnya, membuat dua kegiatan proyek fisik berbasis pendidikan SDN Mulyorejo dan MCK SDN Tunggulrejo Singgahan Tuban, sudah terhitung lima kali gonta – ganti sub rekanan dan pemborongnya mulai pekerja asal Jatirogo, Singgahan, Senori.

Dan untuk ke kelima kalinya, rombongan pekerja lepas dari Senori, 10 orang bekerja satu Minggu tidak di bayarkan upah kerjanya senilai Rp. 3.650.000.

“Saya beserta rombongan buruh lepas harian dan sudah lima pemborong yang mengerjakan bangunan SDN ini. Akan tetapi baru seminggu mengerjakan, saya bersama sembilan teman lain, tidak bayaran milih berhenti melanjutkan,” sambungnya.

selain macetnya upah kuli pekerja, proyek SDN Mulyorejo dan SDN Tunggulrejo, Kec. Singgahan Tuban, kuli bangunan tersebut sengaja di pimpong rekanan CV Dwi Putra dan CV Jatipermata, para pekerja kuli bangunan kadang di oper dari satu proyek kegiatan ke proyek bangunan lain, seperti pengerjaan kegiatan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Kecamatan Senori, sebelumnya sampai detik ini di biarkan mangkrak.

” Saya dan teman – teman kuli pernah di suruh kerja sehari meneruskan proyek TPT di Senori yang mangkrak. setelah esoknya, kembali ke bangunan SDN Singgahan ini,” kata kuli bangunan, Wanuri kepada media ini.

Pergeseran pekerja dilakukan diduga kuat untuk mengelabuhi petugas dan pengawas dinas terkait selaku penanggung jawab dan pengawas penggunaan penganggaran APBD 2019.

“Kesannya proyek pendidikan Singgahan dan infrastruktur jalan, TPT di Senori dibuat asal – asalan oleh pemenang tender utama untuk mengelabuhi pengawas – pengawasnya,” tandasnya.

Sementara saat berita di tayangkan belum ada pihak – pihak terkait yang memberikan keterangan resmi terkait mangkraknya bangunan pembangunan SDN Mulyorejo dan Bangunan Wck, SDN Tunggulrejo di Singgahan Tuban tersebut.

(*/met)