oleh

Pemandian Air Nganget Tuban ” Berkah Dari Sunan Bonang “

TUBAN. Netpitu.com – Tahukah anda ?, jika wisata pemandian air ” Nganget ” atau hangat yang berlokasi di petak 33 a, RPH Kejuron, BKPH Bangilan, KPH Jatirogo, Jawa Timur, itu merupakan berkah dari Sunan Bonang ?.

Wisata pemandian Nganget dikenal bukan hanya karena pemandangan alamnya yang indah atau airnya yang terus menerus mengakir hangat secara alami. Tetapi ada rahasia lain yang kini mulai terkuak dan banyak dirasakan manfaatnya oleh banyak pengunjung yang datang.

Dari penuturan pengunjung wisata yang datang dari luar kota, air pemandian Nganget ini memiliki khasiat menyembuhkan bebagai macam penyakit. Diantaranya, stroke, gatal-gatal serta penyakit lainnya serta beberapa keluhan akibat tidak normalnya peredaran darah atau organ tubuh dalam lainnya.

‘Proses penyembuhan’ segala macam penyakit itu dengan mandi di Sendang ‘Lanang’ (red. Sumber mata air) mengambil air untuk diminum ketika pulang. Dan tentu saja berdoa saat berada di lokasi Sendang Lanang tersebut.

”Saya sudah keempat kalinya datang kesini. Sakit stroke yang menjangkit di tubuh saya lambat laun banyak ada kemajuan. Padahal enam bulan yang lalu saya divonis oleh pihak medis Kabupaten Tuban akan sulit sembuhnya. Alhamdullilah dengan pasrah dan selalu berdoa pada malam Jumat Legi di Sendang Nganget ini ada peruibahan besar,” kata Umar (53) asal Desa Tobo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jum’at, (11/01/2019).

Baca Juga :  Sidik Dugaan Korupsi BOP Kemenag Penyidik Kejaksaan Diminta Tak Tebang Pilih

Begitu dibuka pada tanggal 28 Nopermber 2008 lalu jumlah pengunjung di wana wisata yang bernuansa religius ini kian hari semakin banyak. Terbukti menurut data yang dicatat KPH Jatirogo rerata tiap bulannya mencapai hampir ribuan orang.

Penemuan tempat religius oleh Perum Perhutani KPH Jatirogo ini sebenarnya sudah lama. Namun karena tak jauh dari lokasi pemandian ini juga terdapat destinasi wana wisata yang sejenis, yakni pemandian air hangat.

Dua pemandian air hangat tersebut berada di Desa Prataan, Kecamatan Parengan, dan satu lagi tempat pemandian yang dikhusukan bagi penderita Kusta, yang berlokasi di Kecamatan Singgahan.

Sehingga pemandian Nganget Jatirogo ini kurang diminati oleh pengunjung lantaran lokasinya lebih jauh dibanding kedua pemandian air hangat diatas.

“ Namun lokasi tersebut tetap kita pertahankan agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Panca Sihite, kala ditemui media ini.

Data dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupeten Tuban menyebutkan jarak yang ditempuh untuk kesana sejauh kurang lebih 5 kilometer dari jalan Kabupeten. Setelah masuk Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan jarak yang ditempuh masih sekitar 2,5 kilometer.

“Untuk itu kita upayakan pembangunan jalan tersebut dengan dana diambil dari perolehan sumbangan sukarela dari pengunjung. Alhamdulillah tinggal sedikit saja perlu untuk penyempurnaan,” ungkap Supriyanto, Asper Perhutani BKPH.

Baca Juga :  Suksesi Kepemimpinan PPP Bojonegoro, Forum PAC Inginkan Pergantian Ketua DPC PPP

Berkah Wali Songo.

Sejarah tentang wisata pemandian Nganget ini dituturkan secara turun-menurun oleh masyarakat di sekitar lokasi. Dimana mereka menceritakan kisah perjalanan salah satu wali songo, yaitu Sunan Bonang dari pesisir pantai Tuban.

Pada zaman itu ada seorang bromocorah ( perampok ) yang terkenal kesaktiannya dari Kadipaten Demak, bernama Blancak Ngilo. Diceritakan, Blancak Ngilo bersama gerombolannya sedang mengembara ke Timur dan singgah di Jatirogo dan menyusuri Desa sekitar hutan.

Dalam perjalanannya Blancak Ngilo mendengar berita jika saat itu Sunan Bonang sedang mengejar gerombolannya. Perburuan Sunan Bonang terhadap dirinya, dikarenakan perbuatan dan tingkah laku gerombolan perampok Blancak Ngilo ini sudah meresahkan warga Desa dan tidak sesuai syariat agama Islam yang sedang dikembangkan oleh wali sembilan.

Merasa terancam, Blancak Ngilo dan gerombolan perampoknya pun lari sembunyi dengan masuk di hutan belantara Jatirogo. Sehingga sang Sunan Bonang pun kehilangan jejak kawanan perampok tersebut.

Ketika datang waktu sholat Sunan Bonang dan anggotanya hendak berwudhlu, namun setelah mencari sumber air untuk wudhlu mereka tidak menemukannya. Lantas dengan dengan ilmu kesaktiannya, Sunan Bonang menancapkan tongkatnya. Dan atas ijin dan kekuasaan Allah maka muncratlah semburan air dari dalam tanah yang telah ditancapi tongkat Sunan Bonang.

Baca Juga :  DPC Gerindra Bojonegoro Kembali Gelar Vaksinasi Dosis 2 Untuk Warga

Anehnya, air yang keluar dari tanah tersebut berasa hangat dan menyegarkan sehingga mampu menghilangkan rasa lelah dan capek di badan.

Dari sinilah cerita ini akhirnya berkembang di masyarakat hingga sekarang.

Maka lokasi ini dikenal dengan nama Sumber Nganget. Tapi yang aneh air hangat ini daya bau belerangnya tidak setajam dengan sumber air hangat di tempat lain. Mungkin karena keanehan inilah yang mengakibatkan lokasi ini dinilai sangat bertuah oleh pengunjung yang kini kian santer saja tersebar.

”Jka ingin mendapatkan berkah dari Allah, sebagai syaratnya pengunjung harus mandi air yang diambil dari sendang lanang. Sedangkan air sendang lanang itu sendiri harus diambil oleh anak-anak kecil berjenis kelamin laki-laki yang ada disitu,” tutur Mbah Kasrah (84) juru kunci yang berasal dari Dusun Dopyak, Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan

Yang dimasksud anak-anak kecil tersebut adalah sekelompok anak kecil yang biasa bermain di sekitar lokasi pemandian. Anak-anak itu umumnya berasal dari dua desa sekitar lokasi pemandian, yakni Dusun Kedung Jambangan, Desa Tanggung, Kecamatan Bangilan dan Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan.

Karena pengunjung sudah memahami soal ini, rata-rata pengunjung memberi imbalan berupa uang seikhlasnya. 

Penulis : Slamet Riyadi