Eks. Pedagang Pasar Kota Keluhkan Sepinya Pembeli di Pasar Wisata

- Team

Rabu, 11 Januari 2023 - 14:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Pasca kepindahan para pedagang lesehan di pasar kota Bojonegoro ke pasar wisata, pihak Pemkab Bojonegoro melalui Asisten I,II,III di dampingi KasatPol PP beserta anggota, Rabu pagi tadi ( 11-01-2023 ) lakukan sidak penertipan ke pasar kota .

Dari Pantauan Media Netpitu.com salah satu Asisten Pemerintah sempat menghampiri pedagang lesehan yang masih mangkal di emperan toko, ia berharap pedagang lesehan tersebut mau pindah ke pasar wisata yang baru-baru ini di resmikan.
Menurut “Asisten III yang membidangi pemerintah, Ninik, begitu diresmikannya pasar wisata tersebut sangat berharap para pedangang lesehan yang masih mangkal di pasar kota segera pindah, lantaran pasar wisata itu tempatnya lebih bersih, sehat dan nyaman.

” Kalau di sini mereka kan tidak mempunyai lapak untuk berjualan, nah kalau di pasar wisata sudah di siapkan lapaknya,” ujar Ninik pada Netpitu.com.

Sementara itu menurut Mbah Sri Tasripah ( 67 ), warga desa Banjarsari yang merupakan salah satu pedagang lesehan di pasar kota, ia hanya mengikuti aturan pemerintah untuk pindah di pasar wisata. Tetapi kemarin begitu ia sudah numpuk KTP ternyata tidak kebagian lapak untuk berjualan.

” Bahkan saya sudah mencoba kemarin malam berjualan di pasar wisata tapi sepi to mas, padahal langganan saya itu di pagi hari ya kecewalah saya,” ujar Sri Tasripah yang. mengaku sudah berjualan lesehan di pasar kota pada saat pagi hari selama 27 tahun.

Bagi Mbah Sri Tasripah berjualan lesehan di pasar wisata saat malam hari sangat merugikannya karena tidak ada pembeli yang datang. Sedangkan selama ini dirinya hanya berdagang pada waktu pagi hari di pasar kota.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh pedagang lesehan lainnya. Sebab sejak awal 2023 banyak sekali para pedagang lesehan menjerit dan meneteskan air mata. Pasalnya para pedagang lesehan pasar kota harus pindah paksa dari tempatnya berdagang ke pasar wisata yang sudah terbengkalai selama 1 tahun itu.

Baca Juga :  Bupati Tuban Kutuk Keras Bom Bunuh Diri Di Surabaya

Salah satu pedangan sayur lesehan Mbah Paenah menjelaskan, lagek sak iki puluhan tahun aku dodolan nek kene dianggep ngerusuhi pasar (baru sekarang saya bertahun-tahun berjualan disini, dianggap mengotori pasar), Selasa (10/01/2023).

Selawase tahun-tahunan teko tahun 1990 sampek Jamane Bupati Kang Yoto gak tau enek obrak an dipekso pindah dodolan, kabeh bakul lesehan dianggep ngerusuhi pasar (selama bertahun-tahun, dari tahun 1990 sampai masanya bupati pak Yoto, tidak pernah ada gusuran secara paksa untuk pindah berjualan, karena para pedagang lesehan seperti kita ini dianggap membawa kotor pasar kota). Lha wong kita para pedagang juga tiap hari bayar mbak, ditarik sama petugas kebersihan tidak gratis,” ungkapnya dalam bahasa Jawa sambil meneteskan air matanya.

Baca Juga :  Menpan RB : Guru Honorer Usia 35 Tahun Lebih Bisa Ikuti Test Lowongan P3K

Hal yang sama di ungkapkan oleh pedagang ikan bahwa semua pedagang lesehan harus pindah ke pasar wisata, mau tidak mau harus pindah, dan harus antri ambil no antrian untuk lapak.

“Saya berjualan disini dari tahun 1988 sampai sekarang, tidak pernah mbak ada kata-kata membuat kotor pasar dari pemimpin sebelumnya. Lha ini pemimpin yang sekarang ya Allah kejam sekali, semua pedagang diobrak dipaksa pindah,” ungkapnya penuh kekecewaan.

Lebih lanjut dikatakan, kalau sekarang pedagang pindah pasti akan mati semua pendapatannya, cari pelanggan itu susah, apalagi semua sudah semakin mahal, kami para rakyat miskin harus menelan pil pahit untuk makan.

“Ini sama saja mematikan mata pencarian para pedagang, mereka para pejabat enak mbak, dapat gaji tiap bulan dapat uang. Kita para pedagang jika tidak bersusah payah tidak akan dapat uang.

(put/yon)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03